ENDE, FLORESPOS.net-Perum Bulog Kantor Cabang Ende memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana gempa di Kabupaten Ende.
Bantuan dari Bulog Ende berupa pangan dan non yang disalurkan melalui Posko Tanggap Darurat BPBD Ende, Jumat (21/8/2026) sore.
Kepala Bulog Cabang Ende, Risky Padji mengatakan bantuan tersebut adalah Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum Bulog Kantor Cabang Ende berupa Pangan dan Non Pangan untuk Masyarakat di Kabupaten Ende yang terdampak Bencana Alam Gempa Bumi.
Bantuan yang disalurkan oleh Bulog Ende berupa Air Mineral, Mie Instan, Susu Kotak, Biskuit, Popok Bayi, Sabun Mandi, Deterjen, Pembalut untuk wanita dan lainnya.
Risky Padji mengatakan bantuan tersebut bentuk kepedulian dan respon dari Bulog terhadap sesama yang terdampak langsung bencana. Ia berharap bantuan tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.
Diberitakan sebelumnya di media ini saat ini logistik seperti sembako, barang kebutuhan pokok, tenda, tarpal dan bahan lainnya terlihat menumpuk di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dijadikan posko tanggap darurat bencana.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Ende, Marselus E. Meta kepada wartawan, Jumat (21/8/2026) mengatakan bantuan logistik ke posko tanggap darurat masuk sejak 17 Agustus 2026.
Logistik yang masuk ke posko berasal dari 23 entitas yaitu pemerintah dan pelaku usaha.
“Informasi kepada masyarakat Kabupaten Ende bahwa di Posko BPBD Ende kami telah menerima logistik sejak hari ketiga pasca gempa. Logistik yang masuk berasal dari 23 entitas dari unsur pemerintahan dan pelaku usaha,” katanya.
Sejak masuk ke posko tanggap darurat logistik bantuan dari pemerintah dan pelaku usaha sudah didistribusikan ke warga terdampak melalui pemerintah kecamatan.
“Sampai hari ini hampir seluruh logistik yang masuk kita distribusikan kepada masyarakat terdampak. Distribusi itu melalui pemerintah kecamatan,” katanya.
Kalak BPBD Ende menjelaskan logistik yang saat ini terlihat menumpuk di gudang karena baru masuk.
“Ini ada yang baru masuk di posko maka terlihat menumpuk di gudang. Target kita gudang harus kosong tetapi bukan asal didistribusikan. Kita distribusikan betul- betul menyentuh warga terdampak berdasarkan data yang disampaikan oleh camat dan kades,” kata Sil Meta.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










