MAUMERE, FLORESPOS.net-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan komitmennya untuk memastikan distribusi logistik berjalan lancar guna meminimalisasi munculnya korban akibat kekurangan logistik di lokasi pengungsian pasca gempa bumi yang melanda pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur berkekuatan magnitudo 7,7.
“Kami terus bekerja keras dan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lapangan,” kata Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diperoleh media ini, Jumat (21/8/2026).
Ia menjelaskan, update terkini penanganan darurat pasca-gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT sejak 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data resmi BNPB per 20 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 78 jiwa.
Tercatat 953 orang luka- luka dan sekitar 95.871 jiwa mengungsi (sebagian besar pengungsi mandiri). Pendataan rumah rusak sementara ini mencapai 36.163 unit, terdiri dari 14.259 rusak berat, 11.154 rusak sedang, dan 10.750 rusak ringan.
Aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Hingga 20 Agustus 2026 pagi, BMKG mencatat lebih dari 3.860 gempa susulan (magnitudo terbesar 6,2), dengan 116 kali di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Kondisi masih fluktuatif dan diperkirakan membutuhkan 3–4 minggu untuk berangsur stabil. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, dan hanya merujuk informasi resmi BMKG dan BNPB.
Terkait peristiwa dimaksud, Suharyanto dan segenap jajaran pemerintah juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam- dalamnya terhadap seluruh korban jiwa.
Secara khusus, ia menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya warga di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur yang dikonfirmasi meninggal pada hari pertama terjadinya gempa karena tertimpa reruntuhan bangunan.
Penulis : Leo Ritan
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










