MAUMERE, FLORESPOS.net-Seorang warga pengungsi mandiri di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka yang tinggal di posko pengungsian digigit ular dan dilarikan ke RS TC Hillers Maumere untuk mendapatkan perawatan.
Keterbatasan fasilitas di lokasi pengungsian mandiri di desa yang berada di pesisir pantai ini membuat para pengungsi rentan terhadap berbagai gangguan sehingga mengakibatkan kasus gigitan ular pun terjadi.
Pengakuan warga pengungsi menyebutkan erempuan bernama Hasmida, warga Desa Nangahale tersebut digigit ular di sekitar lokasi pengungsian pada Rabu malam, 19 Agustus 2026.
Sebelum dirujuk ke RS TC Hillers Maumee,korban mendapat penanganan di Puskesmas Watubaing dan hingga kini korban masih berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kasus ini menjadi alarm serius bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka agar tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan di posko terpusat saja, tetapi juga memastikan keamanan dan keselamatan warga yang bertahan di lokasi-lokasi pengungsian mandiri di desa-desa.
Warga Nangahale merupakan penduduk yang direlokasi pemerintah dari Pulau Babi dampak dari gempa dan tsunami yang melanda Flores tanggal 12 Desember tahun 1992 sehingga mereka masih trauma dengan gempa dan tsunami.
Selain warga yang digigit ular, seorang warga lainnya bernama Usman kelahiran Pulau Beter, 31 Desember 1959, meninggal dunia pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026.
Usman diketahui memiliki riwayat sakit sebelumnya. Namun, menurut informasi keluarga dan warga di lokasi, kondisi kesehatannya memburuk selama berada di pengungsian.
Di lokasi pengungsian, Usman disebut hanya tidur beralaskan terpal dan kain seadanya dengan kondisi tempat terbuka. Pada malam hari, kondisi tersebut membuat tubuhnya rentan terhadap udara dingin.
Ia kemudian mengalami sesak napas dan batuk-batuk hingga terjatuh di lokasi pengungsian.
Warga selanjutnya membawa Usman ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia meninggal dunia pada Kamis (20/8/2026) pagi.
Meski demikian, warga tidak serta-merta menyimpulkan bahwa kematian Usman semata-mata disebabkan oleh kondisi pengungsian. Riwayat penyakit yang telah dimiliki sebelumnya tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Namun, keterbatasan fasilitas pengungsian dinilai turut menjadi persoalan serius yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah.
Padahal Kepala BNPB Letjen TNI Sharyanto telah menegaskan agar bantuan diberikan kepada para pengungsi mandiri dan ini menjadi prioritas karena jumlahnya sangat banyak. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










