KUPANG, FLORESPOS.net-Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengharapkan agar partai politik, organisasi masyarakat dan segenap pihak untuk membantu mensosialisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT agar bisa diakses masyarakat.
Laka Lena menyebutkan saat ini Bank NTT kembali dipercaya pemerintah untuk menyalurkan dana KUR sebesar Rp350 miliar dimana Rp300 miliar dipergunakan untuk modal usaha sementara sisanya Rp50 miliar disalurkan untuk pinjaman bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja di luar negeri.
“Kita sebenarnya dijanjikan Rp1 triliun tapi karena baru kembali menyalurkan KUR lagi maka hanya dikasih Rp350 miliar dulu,” sebut Emanuel Melkiades Laka Lena saat membuka sosialisasi KUR Bank NTT, Kamis (13/8/2026).
Melki sapaannya mengapresiasi langkah DPD I Partai Golkar NTT yang menggandeng Bank NTT untuk melakukan sosialisasi KUR secara serentak di 22 kabupaten dan kota di NTT.
Dirinya meminta agar sosialisasi KUR Bank NTT dilakukan secara masif agar KUR Bank NTT bisa dikenal dan masyarakat dan pelaku usaha bisa mengakses dana KUR tersebut.
Ia menambahkan, setelah Bank NTT sudah terbiasa kembali menyalurkan dana KUR maka pihaknya akan meminta kepada pemerintah pusat agar dana KUR yang disalurkan oleh Bank NTT bisa ditambah.
“Sudah sekitar Rp1 triliun lebih dana KUR disalurkan Bank Himbara dan Bank NTT baru menyalurkan Rp20 miliar. Kita berharap dana yang disalurkan bisa menggerakkan ekonomi NTT melalui UMKM,” harapnya.
Melki menegaskan agar kita harus menjadi pengusaha UMKM jangan hanya pelaku sebab pelaku itu hanya sekali-sekali saja baru berusaha dan dia berpesan agar jangan malu untuk belajar satu sama lain.
Ia mengharapkan agar pengusaha UMKM di NTT bisa mengakses dana KUR Bank NTT hingga Rp500 juta sesuai proposal yang diajukan dan bisa lolos penilaian Bank NTT.
“Saya targetkan dans KUR Bank NTT bisa habis bulan Oktober sehingga kita bisa ajukan lagi penambahan lagi.Kalau industri kecil berkembang di NTT maka akan bisa tumbuh menjadi industri besar,” ungkapnya.
Melki menginginkan agar ASN bisa membeli produk UMKM di NTT Mart sebab bila semua ASN di NTT membelinya maka dalam sebulan terdapat dana sebesar kurang lebih Rp30 miliar yang terserap.
Apabila semua masyarakat juga membeli produk lokal di NTT Mart maka dalam setahun ada dana yang terserap sekitar Rp2 triliun sampai Rp3 triliun dan bisa menghidupkan UMKM lokal di NTT.
“Biarkan Kopdes Merah Putih jalan dengan pola sendiri dan koperasi serta UMKM juga jalan dengan polanya sendiri agar bisa menggerakkan perekonomian masyarakat di NTT,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










