Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi - FloresPos Net

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

BERDASARKAN laporan Suara Lamaholot yang terbit pada 25 September 2026, Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menghadiri rapat koordinasi awal terkait rencana pengembangan Wilayah Kerja Panas (WKP) Bumi Oka Ile Ange.

Pertemuan ini menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam menanggapi inisiatif energi terbarukan yang diusung oleh pemerintah pusat. Kawasan yang ditunjuk seluas 12.510 hektar ini menyimpan potensi energi panas bumi yang cukup signifikan, yakni mencapai sekitar 40 MW.

Baca Juga :  Privasi di Ujung Jari: Siapa Mengendalikan Data Kita?

Dari potensi total tersebut, direncanakan pengembangan tahap awal dengan kapasitas produksi antara 10 hingga 15 MW. Eksploitasi sumber daya ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian integral dari program strategis Kementerian ESDM.

Program ambisius ini bertujuan mentransformasi Pulau Flores menjadi pusat energi hijau bersih, sebuah visi besar yang dikenal dengan sebutan ‘Flores Geothermal Island’.

Menyikapi rencana tersebut, Bupati Doni Dihen menyatakan dukungan bersyarat dengan sejumlah catatan kritis. Ia menekankan bahwa setiap langkah pengembangan proyek harus berangkat dari perencanaan dan analisis ilmiah yang sangat matang.

Baca Juga :  Judi Online, Budaya Healing dan Krisis Prioritas Masyarakat: Membangun Kesadaran di Tengah Godaan Gaya Hidup Instan

Proses ini mutlak memerlukan pelibatan aktif para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk memastikan bahwa setiap aspek teknis dan ekologis diperhitungkan secara cermat.

Langkah kehati-hatian ini dinilai sangat penting untuk memetakan secara detail potensi dampak lingkungan sebelum eksekusi lapangan dimulai. Lebih jauh, data yang valid diperlukan untuk merumuskan materi sosialisasi yang akurat dan mudah dipahami oleh publik.

Berita Terkait

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WITA

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Minggu, 27 September 2026 - 16:43 WITA

Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Minggu, 27 September 2026 - 12:58 WITA

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Jumat, 25 September 2026 - 11:45 WITA

Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:57 WITA

Opini

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 Sep 2026 - 16:27 WITA