Oleh: Aschari Senjahari Rawe. M. Pd. AIFO
SEPAK bola putri bukan lagi sekadar olahraga pelengkap dalam pembangunan olahraga nasional. Perkembangannya menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang, kemampuan, dan kesempatan yang sama untuk berprestasi serta mengharumkan nama daerah dan bangsa.
Karena itu, kesiapan infrastruktur olahraga harus menjadi perhatian serius, termasuk kesiapan Stadion Marilonga di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Jika Stadion Marilonga diarahkan untuk menjadi salah satu alternatif venue pertandingan sepak bola putri pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), maka standar kelayakan stadion harus menjadi perhatian utama.
Pengusulan venue nasional tidak cukup hanya didasarkan pada ketersediaan lapangan dan tribun penonton, tetapi harus didukung oleh standar teknis, fasilitas atlet, keselamatan, keamanan, serta manajemen penyelenggaraan pertandingan.
Ada beberapa aspek penting yang perlu menjadi perhatian
Pertama, kualitas lapangan pertandingan. Stadion harus memiliki lapangan dengan ukuran dan kondisi sesuai regulasi pertandingan, idealnya 105 × 68 meter, permukaan rumput yang rata, sistem drainase yang baik, garis lapangan yang jelas, serta fasilitas gawang sesuai standar FIFA. Kualitas lapangan sangat menentukan keselamatan pemain dan kualitas pertandingan.
Kedua, fasilitas khusus atlet sepak bola putri. Ini merupakan aspek yang tidak boleh diabaikan.
Stadion harus menyediakan ruang ganti khusus perempuan, toilet dan kamar mandi yang layak, ruang istirahat atlet, fasilitas kesehatan, serta ruang privat yang menjamin kenyamanan dan keamanan pemain. Pembangunan olahraga putri harus diikuti dengan penyediaan fasilitas yang responsif terhadap kebutuhan perempuan.
Ketiga, keselamatan dan keamanan pertandingan. Stadion perlu memiliki jalur evakuasi, pintu masuk dan keluar yang memadai, pengamanan tribun, penerangan, petugas keamanan, tenaga medis, ambulans, serta sistem pengendalian penonton. Keselamatan atlet, ofisial, dan masyarakat harus menjadi prioritas.
Keempat, fasilitas pendukung kompetisi nasional. Ketersediaan ruang wasit, ruang pengawas pertandingan, ruang media, papan skor, area pemanasan, bangku cadangan, lapangan latihan, dan akses transportasi menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pertandingan tingkat nasional.
Kelima, komitmen pemerintah daerah dan pemangku kepentingan olahraga. Pemerintah Kabupaten Ende, KONI, PSSI, pengelola stadion, dan masyarakat perlu membangun koordinasi untuk melakukan audit kelayakan Stadion Marilonga. Hasil audit tersebut harus menjadi dasar penyusunan program pembenahan infrastruktur dan pengajuan kepada penyelenggara PON.
Stadion Marilonga dan Masa Depan Sepak Bola Putri Flores
Menurut saya, pembenahan Stadion Marilonga bukan semata-mata tentang memperbaiki bangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga Flores dan NTT.
Kesempatan mengembangkan sepak bola putri harus dibangun melalui kebijakan yang nyata, mulai dari pembinaan atlet usia dini, kompetisi antarklub, peningkatan kualitas pelatih, penguatan organisasi, hingga penyediaan infrastruktur yang memenuhi standar pertandingan.
Ende memiliki kesempatan untuk memperkuat perannya dalam pengembangan olahraga di NTT. Namun, kesempatan tersebut harus diikuti dengan perencanaan yang terukur, kajian teknis, dukungan anggaran, dan komitmen bersama.
Penutup
Stadion Marilonga perlu dipersiapkan melalui evaluasi dan peningkatan standar venue agar dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif tempat penyelenggaraan pertandingan sepak bola putri tingkat nasional.
Jangan sampai semangat melahirkan atlet sepak bola putri berprestasi tidak diimbangi dengan kesiapan fasilitas olahraga yang memadai.
Sepak bola putri membutuhkan kesempatan yang setara, fasilitas yang layak, dan dukungan yang nyata. Dari Marilonga, kita bangun harapan bahwa Flores juga mampu mengambil bagian dalam panggung sepak bola nasional.
Stadion bukan sekadar tempat pertandingan, tetapi simbol keseriusan daerah dalam membangun prestasi dan masa depan olahraga perempuan. *
Editor : Wall Abulat










