Ditengah Gempa dan Luka, Perawat IGD RSUD Aeramo Tetap Melayani - FloresPos Net

Ditengah Gempa dan Luka, Perawat IGD RSUD Aeramo Tetap Melayani

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Saat bumi bergetar hebat pada Sabtu (15/8/2026) lalu, sebagian orang berlari keluar menyelamatkan diri. Tapi ada juga yang berlari masuk. Salah satunya Bergita Diung, S.Kep.Ns, Kepala Ruangan IGD RSUD Aeramo.

Di tengah kepanikan, ia tidak hanya menjadi tenaga medis. Ia juga menjadi korban. Rumahnya retak, keluarganya panik. Tapi panggilan tugas membuatnya tetap bertahan di ruang IGD yang penuh pasien.

“Kami tetap melayani dengan penuh dedikasi,” kata Bergita dengan suara bergetar namun tegas saat ditemui di sela kesibukannya, Rabu (19/8/2026).

Detik-Detik Gempa: Dari Korban Menjadi Penolong

Pukul 05.57 WITA, gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo. Bergita saat itu sedang piket di IGD. Lampu padam, pasien berteriak, infus goyang, dan sebagian plafon mulai retak.

Baca Juga :  Penertiban Rokok Ilegal di Flores Timur, Pemkab Sebut Belum Ada Respon dari Kantor Bea dan Cukai

“Pasien panik, keluarga pasien juga panik. Kami teriak ‘tenang, jangan lari’. Sambil merangkak kami amankan pasien-pasien yang tidak bisa jalan,” kenangnya.

Yang membuat kisah ini lebih berat saat itu Bergita baru mendapat kabar dari rumah. Dinding rumahnya retak, atapnya goyang. Anak dan orang tuanya mengungsi.

“Saya juga korban. Tapi saya lihat di depan saya ada pasien stroke, ada anak kecil luka, ada ibu hamil. Kalau saya ikut lari, siapa yang jaga mereka?,” ujarnya.

Baca Juga :  Pilkada Nagekeo, Tidak Ada Bakal Calon Perseorangan Serahkan Dukungan

Ia memilih melepas statusnya sebagai korban, dan kembali menjadi perawat.

IGD Berubah Jadi Tenda Darurat

Dalam hitungan menit, IGD RSUD Aeramo penuh sesak. Pasien trauma, luka robek, patah tulang, sesak napas karena debu, hingga serangan panik berdatangan. Listrik padam. Alat seadanya. Dengan lampu senter HP dan tenaga dari genset, tim IGD bekerja tanpa henti selama 36 jam pertama.

“Kami dirikan tenda di halaman. Pasien kami geser keluar. Yang gawat darurat tetap di dalam. Yang bisa jalan kami minta bantu sesama. Itu gotong royong,” cerita Bergita.

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Helikopter Dauphin Basarnas Evakuasi Korban Kritis Gempa dari Manggarai Timur
Mendagri Apresiasi Posko Tanggap Darurat Bencana di Sikka
Pentingnya Nutrisi Bagi Penyintas Gempa: Dokter Ingatkan Risiko Stres Jika Abai
Penyaluran Bantuan ke Warga Terdampak Bencana Mesti Satu Komando Agar Tepat Sasaran
Tim Dokter Orthopedi Kemenkes Tiba di Sikka, Segera Bertugas di RSUD dr. TC Hillers Maumere
TP PKK Kabupaten Sikka Gelar Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Gempa
Kantor Bupati Sikka Alami Kerusakan, Pimpinan Daerah Berkantor di Posko Tanggap Darurat BPBD
SiLPA Kabupaten Manggarai Barat 2026 Lebih dari Rp.102 Miliar
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:15 WITA

Helikopter Dauphin Basarnas Evakuasi Korban Kritis Gempa dari Manggarai Timur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:57 WITA

Ditengah Gempa dan Luka, Perawat IGD RSUD Aeramo Tetap Melayani

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:03 WITA

Mendagri Apresiasi Posko Tanggap Darurat Bencana di Sikka

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:04 WITA

Pentingnya Nutrisi Bagi Penyintas Gempa: Dokter Ingatkan Risiko Stres Jika Abai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:30 WITA

Penyaluran Bantuan ke Warga Terdampak Bencana Mesti Satu Komando Agar Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ditengah Gempa dan Luka, Perawat IGD RSUD Aeramo Tetap Melayani

Rabu, 19 Agu 2026 - 15:57 WITA

Nusa Bunga

Mendagri Apresiasi Posko Tanggap Darurat Bencana di Sikka

Rabu, 19 Agu 2026 - 15:03 WITA