MAUMERE, FLORESPOS.net-Praktisi pertanian Yance Maring memberikan motivasi kepada para mahasiswa peserta yudisium Fakultas Pertanian Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026, bertempat di lokasi Inovasi Pertanian Keuskupan Maumere (Inpekma).
Dalam kesempatan tersebut, Yance Maring hadir sebagai pembicara dan mengajak para lulusan Fakultas Pertanian Unipa Maumere untuk tidak hanya menjadikan pendidikan yang telah ditempuh sebagai bekal memperoleh pekerjaan, tetapi juga sebagai modal untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sikka.
Yance mengatakan, keputusan untuk memilih Fakultas Pertanian merupakan sebuah pilihan yang harus dibarengi dengan keberanian untuk terjun dan berkarya di tengah masyarakat.
“Ketika kalian sudah memutuskan untuk kuliah di Fakultas Pertanian, maka harus berani dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Sikka,” pintanya.
Menurut Yance, sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, para sarjana pertanian tidak boleh merasa minder ataupun malu untuk bekerja dan berkarya sebagai petani.
Dirinya mengajak para peserta yudisium untuk mengubah cara pandang terhadap profesi petani yang dianggap kurang menjanjikan dan tidak menghasilkan banyak uang.
Menurut Yance, menjadi petani bukanlah pekerjaan yang harus dipandang sebelah mata, melainkan profesi penting yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Jangan malu menjadi petani. Petanilah yang mampu menyediakan makanan bagi miliaran manusia di dunia. Karena itu, profesi petani harus kita banggakan,” tegasnya.
Yance juga mendorong para lulusan agar mampu membawa inovasi, pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama berada di bangku kuliah ke tengah masyarakat. Dengan demikian, ilmu pertanian yang mereka miliki dapat memberikan manfaat langsung bagi petani dan pembangunan daerah.
Ia berharap para lulusan Fakultas Pertanian UNIPA tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi penggerak, inovator dan pelaku pembangunan pertanian di Kabupaten Sikka.
“Ilmu yang kalian dapatkan jangan berhenti setelah yudisium. Bawalah ilmu itu ke masyarakat dan jadilah bagian dari perubahan pertanian di Sikka,” pungkasnya.*
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










