Rumah Tidak Layak Huni di NTT Capai 290 Ribu Unit - FloresPos Net

Rumah Tidak Layak Huni di NTT Capai 290 Ribu Unit

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 13:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Percepatan program perumahan menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sikka dan NTT secara umum.

Pemerintah pun bergerak cepat dengan mendorong solusi terpadu melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui program pembangunan Rumah Layak Huni.

Untuk mendukung percepatan pembangunan Rumah Layak Huni Gubernur NTT bersama Wakil Gubernur NTT menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Sikka.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, percepatan program perumahan menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya menekan angka kemiskinan di NTT.

“Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah rumah tidak layak huni di NTT mencapai sekitar 290 ribu unit,” ujar Laka Lena, Selasa (7/4/2026).

Bahkan, kata Laka Lena, bila menggunakan data BPS maka angka ini bisa mencapai lebih dari 600 ribu unit rumah tidak layak huni.

Baca Juga :  Uji Laboratorium 421 Spesimen Otak Anjing, 63 Positif Rabies

Dirinya menyebutkan, kondisi ini menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan bersama oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten atau kota.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah agar intervensi program Rumah Layak Huni bagi masyarakat benar-benar tepat sasaran.

“Kita perlu memastikan data yang kita gunakan akurat dan terverifikasi, sehingga program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” pesannya.

Laka Lena mengatakan, program ini tidak hanya soal membangun rumah, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal dan yang paling penting menurunkan angka kemiskinan.

Dia menambahkan, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai skema dukungan, termasuk bantuan dan subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Rapat Koordinasi Teknis ini merupakan tindaklanjut hasil pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Republik Indonesia bersama Gubernur NTT pada tanggal 2 April 2026.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Suami Korban Kebakaran Rumah di Reo sebagai Tersangka

Hal ini dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan dan penanganan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH), dukungan implementasi Program Strategis Nasional 3 (tiga) Juta Rumah, serta kebijakan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat di wilayah NTT.

“Skema ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan rumah layak huni di wilayah NTT,” ucap Laka Lena.

Gubernur NTT berharap melalui pertemuan ini pemerintah daerah bisa segera menindaklanjuti secara konkret program-program yang sudah direncanakan, untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan perumahan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sikka percepatan pengentasan kemiskinan dan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan dukungan implementasi Program Strategis Nasional 3 (tiga) Juta Rumah untuk NTT akan sangat mendukung pelaksanaan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat Kabupaten Sikka.

Hal ini menjadi program utama daerah sebagaimana termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sikka 2025 – 2029. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru