MAUMERE, FLORESPOS.net-Tim SAR Gabungan berhasil menemukan tiga orang penyelam yang sebelumnya terseret arus saat melakukan penyelaman di perairan Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kondisi selamat pada Senin (5/10/2026) pagi.
Sebelumnya, pada Minggu (4/10/2026) pukul 16.30 Wita, Tim SAR Gabungan bersama nelayan berhasil menemukan satu orang penyelam Warga Negara Asing (WNA) asal Austria dalam kondisi selamat di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale.
Laporan mengenai kondisi membahayakan manusia tersebut diterima oleh Kantor SAR Maumere pada Minggu (4/10/2026) pukul 14.10 Wita dari Riana selaku tour guide.
Kronologi kejadian bermula pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 10.00 Wita sebanyak enam orang penyelam, terdiri dari dua orang dive guide lokal dan empat orang wisatawan mancanegara (WNA), melakukan penyelaman di sekitar perairan Pulau Panga Batang yang berjarak sekitar 16,6 NM dari Pelabuhan Wuring, Maumere.
Saat penyelaman berlangsung, kondisi arus laut di lokasi kejadian cukup kuat. Rombongan kemudian terbagi menjadi dua tim.
Tim 1, yang terdiri dari satu orang dive guide WNI dan satu orang WNA asal Belanda, berhasil kembali ke permukaan dan dalam kondisi selamat.
Sementara itu, Tim 2, yang terdiri dari satu orang dive guide WNI dan 2 orang WNA asal Irlandia dan 1 Orang asal WNA Austria, belum kembali ke permukaan dan diduga terseret arus kuat.
Pada Senin (5/10/2026), operasi SAR memasuki hari kedua dengan mengerahkan sejumlah unsur dan alutsar, di antaranya KN SAR Puntadewa 250, Speed Polair KP Sukur, Sea Rider KN SAR Puntadewa, serta Rubber Boat Kantor SAR Maumere.
“Operasi SAR hari ini merupakan hari kedua untuk mencari tiga orang penyelam yang masih dalam pencarian. Ketiga korban tersebut terdiri dari dua orang WNA asal Irlandia dan satu orang WNI yang merupakan tour guide,” tsebut Fathur dalam wawancara operasi SAR di KN SAR Puntadewa.
Fathur menyebutkan, pencarian dilaksanakan sejak pagi hari dengan mengerahkan KN SAR Puntadewa 250, Speed Polair KP Sukur, Sea Rider KN SAR Puntadewa, serta Rubber Boat Kantor SAR Maumere.
Lebih lanjut, Fathur menjelaskan bahwa pada pukul 09.00 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua orang WNA asal Irlandia dalam kondisi selamat pada koordinat 08°32’23.83″ S – 122°26’04.114″ E, atau sekitar 3,17 NM dari lokasi kejadian.
Kemudian, pada pukul 09.05 WITA, Speed Polair KP Sukur berhasil menemukan satu orang WNI yang merupakan tour guide dalam kondisi selamat pada koordinat 08°33’37.61″ S – 122°26’10.13″ E, atau sekitar 4,21 NM dari lokasi kejadian.
“Dengan telah ditemukannya seluruh penyelam yang sebelumnya dilaporkan belum kembali ke permukaan, sebanyak empat orang yang terdiri dari satu orang WNA asal Austria, dua orang WNA asal Irlandia, dan satu orang WNI selaku tour guide, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ungkapnya.
Pelaksanaan operasi SAR ini tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi seluruh unsur SAR Gabungan, baik dari unsur Basarnas, nelayan, TNI, maupun Polri, di antaranya Lanal Maumere, Ditpolair Polda NTT, dan Satpolair Polres Sikka.
Data korban yang melaksanakan penyelaman yakni Maria Rosa Hariana Djaa (25) WNI selaku tour guide asal Kabupaten Sikka dan Bart Hazes penyelam Tim 1 (60) laki-laki warga negara Belanda.
Patricia Retter Penyelam Tim 2 (42) perempuan warga negara Austria ditemukan Minggu (4/10/2026) di sekitar perairan Talibura oleh nelayan dan Dervla Mulligan Penyelam Tim 2 (28) perempuan warga negara irlandia ditemukan Senin (5/10/226).
Selain itu, Darragh Mc Kierna Penyelam Tim 2 (27) laki-laki warga negara Irandia ditemukan Senin (5/10/2026) dan Frederik Horimpun (39) laki-laki warga Kabupaten Sikka selaku dive guide ditemukan Senin (5/10/2026).
Seluruh korban dalam kondisi selamat sehingga Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup setelah seluruh penyelam yang dilaporkan terseret arus berhasil ditemukan. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










