TNI AL juga mengerahkan KRI dr. Soeharso (kapal bantu rumah sakit) untuk mendukung pelayanan kesehatan. Dukungan logistik mencakup beras, sembako, air mineral, obat-obatan, matras, selimut, tenda, hygiene kit, BBM, genset, dan kebutuhan lainnya.
Sebanyak 882 unit tenda (215 tenda pengungsi ukuran 6×12 dan 667 tenda keluarga ukuran 4×4) serta dua unit rumah sakit lapangan telah disiapkan.
“Kami memastikan distribusi terus berjalan ke wilayah terisolasi, termasuk melalui jalur laut dan udara, agar kebutuhan dasar warga di pengungsian dan daerah terdampak terpenuhi,” tegas Suharyanto.
Berdasarkan temuan tim BNPB di lapangan ada beberapa kendala dalam penyaluran distribusi logistik, antara lain, banyaknya sebaran titik-titik pengungsi secara mandiri yang menyulitkan pendataan dan distribusi bantuan.
Berdasarkan skala penanganannya, gempa NTT tergolong sebagai bencana daerah. Artinya, wewenang penanganan bencana berada di tangan bupati, sementara provinsi bertugas membantu menetapkan status darurat dan mendampingi kabupaten dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana.
Pemerintah pusat melalui BNPB turut membantu daerah dengan membentuk posko-posko pendamping di masing-masing kabupaten serta bekerja sama dengan BPBD setempat dalam melaksanakan pendataan yang diantaranya meliputi data pengungsi, rumah rusak, kebutuhan logistik dan distribusinya.
“Dengan demikian skema koordinasi penanganan bencana di NTT pada dasarnya ada di bupati yang dibantu oleh gubernur dan didampingi oleh BNPB,” kata Suharyanto.
Pemulihan Infrastruktur
Pemulihan infrastruktur terus digencarkan. Jaringan kelistrikan Flores Timur dan Barat telah mencapai hampir 100 persen.
Telekomunikasi berangsur membaik, dengan prioritas di Manggarai Timur dan Ende, didukung Free WiFi dan mobile genset di posko darurat. BPJN NTT telah menangani sebagian besar titik longsor serta memulihkan ruas jalan dan jembatan kritis.
Gangguan pada ratusan BTS sebelumnya juga menghambat arus informasi. Kepala BNPB menekankan pentingnya menjaga kelancaran komunikasi untuk mencegah kepanikan di tengah ancaman gempa susulan dan longsor.
Penulis : Leo Ritan
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










