MAUMERE, FLORESPOS.net-Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Santa Elisabeth Keuskupan Maumere merupakan sebuah lembaga pendidikan tinggi di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang lulusannya banyak terserap dunia kerja.
Selain di berbagai wilayah di NTT, lulusan perguruan tinggi yang beralamat di Jalan Mapitara, Kelurahan Kabor, Kota Maumere ini juga diterima bekerja di Jepang, Singapura dan sedang persiapkan ke Jerman.
“Kalau dengan Yayasan Musubu di Bali kami sudah kerjasama sejak tahun 2021 sehingga lulusan kami bekerja di berbagai rumah sakit di Jepang,” sebut Romo Gabriel Mane, Wakil Ketua 2 Bidang Non Akademik, Stikes Santa Elisabeth Lela Keuskupan Maumere, Jumat (5/6/2026).
Romo Gabby sapaan karibnya menjelaskan,untuk tahun 2026 saja sedang tahap persiapan 15 lulusan D3 Keperawatan untuk bekerja ke Jepang dan sedang menjalani masa persiapan di LPK Musubu Bali.
Sementara seorang lagi sudah bekerja di rumah sakit di Singapura dan seorang lainnya sedang persiapan untuk bekerja di Jerman lewat program Program G to G (Government to Government) negara Jerman dan Indonesia.
Dirinya menyebutkan, untuk D3 Keperawatan lulusannya sangat membanggakan karena bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional dan banyak lulusannya yang bekerja di Jakarta.
“Ada hampir 50 orang bekerja di rumah sakit di Padang, Sumatera Barat dengan proses beasiswa dari Keuskupan Padang. Mereka biayai sejak semester 3 dan biaya perjalanan ke Padang untuk langsung bekerja di rumah sakit disana juga ditanggung,” terangnya.
Romo Gabby mengatakan, permintaan lulusan kampusnya bekerja di luar negeri seperti di Jerman sangat tinggi dan pihaknya sedang mempersiapkannya agar ada kerjasama dengan lembaga atau yayasan yang akan memberangkatkannya.
Dirinya mengaku pihak Yayasan Santo Lukas Keuskupan Maumere bersama kampus terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan saran pendukung lainnya.
“Makanya kita siapkan mahasiswa 3 bahasa wajib dan masing-masing siswa pilih salah satu yakni Bahasa Jepang, Jerman dan Inggris. Dengan begitu mereka akan mudah bekerja di negara tujuan,” ujarnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










