Pemkab Mabar Berharap Berbagai Pihak Begabung Dalam Mal Pelayanan Publik - FloresPos Net

Pemkab Mabar Berharap Berbagai Pihak Begabung Dalam Mal Pelayanan Publik

- Jurnalis

Minggu, 24 Maret 2024 - 09:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) mengharapkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak dengan bergabung dalam Mal Pelayanan Publik (MPP).

Berbagai pihak dimaksud yakni unit/instansi/lembaga yang ada di wilayah Mabar, kabupaten pariwisata yang merupakan bagian dari Provinsi NTT tersebut.

Bupati Mabar Edistasius Endi dalam sambutannya ketika membuka rapat Forum Konsultasi Publik (FKP) penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP) tingkat Mabar di Labuan Bajo baru-baru ini, mengatakan, Manggarai Barat sebagai daerah pariwisata super premium, pelayanan publik berkualitas tentunya menjadi kebutuhan utama, karena mata dunia selalu mengamatinya.

Sambutan orang nomor satu Mabar tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat Fransiskus Sales Sodo. Kegiatan FKP sehubungan dengan MPP diselenggarakan oleh Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Mabar.

Kata Bupati Endi, kekayaan alam dan keramahan budaya Manggarai/Mabar harus diimbangi dengan persepsi positif tentang layanan publik yang semakin baik. Tentu ini pekerjaan berat. Tetapi diyakini jika kita bersama maka tugas layanan pada MPP akan mencapai tujuannya.

Terkait ini setidaknya ada 7 poin. Pertama, memberikan kemudahan akses layanan kepada masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi topografi dan infrastruktur wilayah Mabar.

Baca Juga :  Harga Porang di Mejer-Manggarai Barat Merangkak Naik, Kakao Rp.120 Ribu Per Kg

Kedua, menyelenggarakan pelayanan yang terintegrasi, terkoordinasi, terorganisasi melalu pengintegrasisasian unit-unit layanan baik dari pihak pemerintah, BUMN, BUMD, maupun pihak swasta yang secara teknis akan diatur dalam sebuah sistim koordinasi lintas unit layanan dalam bentuk Standar Pelayanan dan Standar Operasional Prosedur.

Ketiga, mengembangkan sistem layanan berbasis elektronik untuk merespons tuntutan revolusi industry 4,0 dalam rangka elektifitas dan efisiensi layanan.

Keempat, mewujudkan sistim layanan berkeadilan (sensitive gender) sebagian dari tanggung jawab moral dan sosial negara terhadap masyarakat berkebutuhan khusus (kaum disabilitas, lansia, ibu hamil dan melahirkan, dan anak-anak).

Kelima, meningkatkan iklim investasi di Kabupaten Manggarai Barat melalu perizinan investasi yang cepat, mudah, murah, aman dan nyaman.

Keenam, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan minat mandiri usaha masyarakat, menarik investor (lokal dan non lokal) sebanyak mungkin dalam rangka meningkatkan daya saing daerah berbasis potensi lokal.

Ketujuh, mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, bertanggungjawab, berdaya, dan berbudaya.

Untuk mewujudkan ketujuh poin di atas, Pemkab Mabar sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak, terutama unit/instansi, lembaga pemberi layanan dalam lingkup wilayah Mabar dan dari berbagai  level dan tingkatan kewenangan untuk bergabung dalam Mal Pelayanan Publik.

Baca Juga :  Soal NIP dan SK PPPK, Bidan Ririn: Pemerintah Tidak Boleh Diskriminatif

Seiring kemajuan sistim informasi dan teknologi, ada yang mempertanyakan bahwa masih pentingkah adanya Mal Pelayanan Publik yang memberikan layanan langsung?

Melihat kemajuan di berbagai kota, semaju apapun sistim teknologi informasinya ada saja kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan langsung karena keberagaman urusan yang diurus oleh para pihak berbeda kewenangan dengan berbagai standar layanannya sehingga ini kita padukan dalam 1 lokasi dan kita integrasikan dalam satu sistim.

“Saya sudah konfirmasi ke Kepala DPMPTSP (Mabar) bahwa para unit akan tetap menggunakan sistimnya tapi akan diintegrasikan dalam satu  kesatuan sistim tanpa mengganggu otoritas dan kewenangan masing-masing. Ini sekaligus kita saling belajar bagaimana memberi layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Bupati Endi sebagaimana disampaikan Sekda Sodo.

Diwarta media ini sebelumnya, Bupati Endi mengungkapkan bahwa Mal Pelayanan Publik hilangkan perilaku cuci tangan petugas. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Ajak Rakyat Flores Bangkit, PMI Sumut Dilepas Ketua PMI Kabupaten Ende
Polwan Polres Ende Berikan Trauma Healing di SD Inpres Tetandara
BPOLBF Dampingi Ratusan UMKM di NTT
Bingkisan Kasih Julie Laiskodat, 1 Ton Beras untuk Penyintas Lewotobi Laki-laki Seminari San Dominggo
Bupati Sikka Sebutkan Pemda Sikka Koordinasi Pesawat Angkut Jenasah Korban Penembakan KKB di Papua ke Maumere
Bupati Sikka Minta Presiden Bertindak, Negara Tidak Boleh Kalah Melawan Separatis
Kadis Kesehatan Mediasi Keributan Nakes dan Perawat di RS TC Hillers Maumere, Kedua Pihak Saling Memaafkan
TNI Hadir Memulihkan Luka Batin Anak-Anak SDK Wancang Manggarai
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 13:49 WITA

Ajak Rakyat Flores Bangkit, PMI Sumut Dilepas Ketua PMI Kabupaten Ende

Sabtu, 12 September 2026 - 12:24 WITA

Polwan Polres Ende Berikan Trauma Healing di SD Inpres Tetandara

Sabtu, 12 September 2026 - 12:21 WITA

BPOLBF Dampingi Ratusan UMKM di NTT

Jumat, 11 September 2026 - 21:30 WITA

Bupati Sikka Sebutkan Pemda Sikka Koordinasi Pesawat Angkut Jenasah Korban Penembakan KKB di Papua ke Maumere

Jumat, 11 September 2026 - 20:35 WITA

Bupati Sikka Minta Presiden Bertindak, Negara Tidak Boleh Kalah Melawan Separatis

Berita Terbaru

Opini

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:58 WITA

Nusa Bunga

Polwan Polres Ende Berikan Trauma Healing di SD Inpres Tetandara

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:24 WITA

Advertorial

BPOLBF Dampingi Ratusan UMKM di NTT

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:21 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Di Balik Status yang Berakhir

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:57 WITA