Pemcat Komodo Segera Tertibkan Adminduk Warga di Kota Labuan Bajo - FloresPos Net

Pemcat Komodo Segera Tertibkan Adminduk Warga di Kota Labuan Bajo

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 09:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kecamatan (Pemcat) Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT segera tertibkan Administrasi Kependudukan (Adminduk) warga yang berdomisili di Labuan Bajo ibu kota Mabar sekaligus kota Kecamatan Komodo, dicurigai jumlahnya banyak.

“Mungkin Oktober atau November atau jelang akhir tahun 2025 nanti kita tertibkan, dicurigai banyak yang tidak terdata dengan jelas,” ujar Camat Komodo, Iwan Martinus kepada Florespos.net, belum lama ini di Labuan Bajo.

Ditengarai oknum penduduk tanpa data Adminduk yang jelas di Labuan Bajo, katanya, antara lain tinggal di kos-kosan. Oleh karenanya penertiban itu perlu dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita tidak tahu mungkin aktivitas mereka terkait teroris, narkoba dan lain-lain. Curiga itu penting juga kan? Makanya harus ditertibkan,” kata Camat yang akrab disapa Iwan itu.

Baca Juga :  Harla Pancasila jadi Momentum untuk Perkuat Komitmen Kebangsaan Ditengah Tantangan Zaman

Menurutnya, di 2023, jelang pendataan DPS (Daftar Pemilih Sementara), jumlah penduduk tanpa data kependudukan jelas di Kecamatan Komodo sekitar 1.300 jiwa.

Mereka tinggal di kos-kosan di 4 wilayah di Kota Labuan Bajo, yaitu Kelurahan Labuan Bajo, Desa Gorontalo, Kelurahan Wae Kelambu dan Desa Batu Cermin. Belum di luar itu, termasuk di pulau-pulau dalam wilayah Mabar belum tahu penduduk yang adminduk karena belum terdata.

Para penduduk dimaksud hanya beridentitas dari daerah asal, tanpa ada kelengkapan administrasi pindah penduduk, tanpa ada lapor ke RT-RW ataupun desa dan kelurahan setempat.

Baca Juga :  KPU Ende Tetapkan DPT Pemilu, Hanura Kecewa Pemerintah Tidak Hadir

“Jadi itu standarnya. Kami razia per kos-kosan, begitu. Itu Tahun 2023. Sekarang belum kegiatan lagi,” kata Camat Iwan.

Tetapi, lanjutnya, yang pasti Pemcat Komodo akan melakukan kegiatan penertiban lagi di bulan Oktober, bulan November atau jelang akhir tahun nanti,” sambungnya lagi.

Standar digunakan terkait penertiban penduduk tersebut yakni melaporkan jati diri mereka kepada pemerintah setempat melalui rekomendasi RT, RW, dan desa atau kelurahan. Sehingga Pemcat kelak menerbitkan daftar penduduk sementara (DPS).

“Dapat DPS kalau dia sudah tinggal selama tiga  bulan berturut-turut di Kecamatan Komodo,” tutup Camat Iwan. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru