Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia - FloresPos Net

Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Bupati Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Edistasius Endi, mengatakan Pancasila tidak hanya sebagai pemersatu bangsa, tetapi juga sebagai fondasi perdamaian dunia.

Ia mengatakan itu ketika memimpin apel peringatan hari lahir Pancasila Tahun 2026, bertempat halaman SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, Senin (1/6/2026). Hari lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni.

Rilis media No: 027/Prokopim Mabar/VI/2026 yang diterima media ini via WA pada kesempatan berbeda, Bupati Endi pada apel tersebut membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (KBPIP).

Disampaikan, apel peringatan hari lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema kegiatan: Pancasila adalah Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.

Hadir dalam upacara tersebut unsur Forkopimda Mabar, Anggota DPRD, Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, TNI/Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemuda, Organisasi Wanita, serta siswa/i setempat turut memeriahkan peringatan hari bersejarah ini.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Marak Beredar di Flores Timur, Pol PP Gencar Lakukan Operasi

Seperti disampaikan Bupati Endi, KBPIP menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

“Pancasila adalah ‘bintang penuntun’ yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan, ungkapnya.

KBPIP juga menekankan peran Indonesia dalam kancah internasional. Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Kontribusi nyata Indonesia melalui pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan pengejawantahan dari Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Baca Juga :  DAK 2026 Dikurangi, Mitar: Jumlah Pengangguran di Manggarai Barat Bakal Meningkat

Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegasnya.

Kepada para menteri dan kepala daerah diamanatkan untuk memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan.

Seluruh pihak juga diminta untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan.

Tak hanya itu, KBPIP mengajak meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.

Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik tercinta. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro Jadi Perjumpaan Lintas Agama Diaspora Flores Timur Lembata
Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan
In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo
Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:38 WITA

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:17 WITA

Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:57 WITA

Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:16 WITA

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA