Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati - FloresPos Net

Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Panitia peringatan Hari Lahir (Harla) Pancasila tingkat Kabupaten Ende dan Ikatan Keluarga Besar Onekoze (Tanasare) kembali menggelar lomba tarian Naro adat Ende dan Jao.

Lomba yang digelar untuk memperebutkan piala Bupati Ende tersebut masih dalam rangkaian Harla Pancasila. Lomba Naro dilaksanakan di Kampung Onekoze, Kelurahan Onekore tepatnya di depan halaman kantor Lurah Onekore.

Lomba Naro dibuka oleh Bupati Ende, Selasa (2/6/2026) sore. Lomba ini akan berlangsung hingga 3 Juni 2026.

Hadir pada pembukaan Lomba Naro, Wakil Bupati Ende, Dr Domi Mere, Ketua dan Wakil Ketua PKK Kabupaten Ende serta beberapa pimpinan OPD.

Lomba Naro diikuti oleh delapan sanggar yaitu Sanggar Mbojo Woso Desa Tomberabu 2, Sanggar Wonga Muda Universitas Flores, Sanggar Ae Poro Desa Kedebodu, Sanggar Wozokaro Kelurahan Roworena Barat, Sanggar Tuwe Mbomba Desa Ndetundora 1, Sanggar Kapokunu Ende, Sanggar Ae Manu Ngae Kelurahan Roworena dan Sanggar Toja Pa’a Kelurahan Onekore.

Ketua panitia pelaksana, Marselinus Resi dalam laporannya menyampaikan bahwa Lomba tersebut masih dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.

Baca Juga :  Sinergi TNI-Polri dan Stakeholder Kibarkan Merah Putih di Pulau Ende Penulis Willy Aran

Tujuan Lomba yaitu memperkokoh nilai-nilai persatuan, toleransi dan semangat gotong royong ditengah keberagaman bangsa.

Mewariskan dan mempertahankan nilai sosial budaya, adat istiadat yang telah hidup dan berkembang di wilayah Nusantara tanah air Indonesia, khususnya di wilayah Suku Ende Jao Kabupaten Ende.

Marselinus juga menyampaikan harapan dari mosalaki dan masyarakat kepada bupati dan wakil bupati agar
Lomba Naro menjadi acara tetap tahunan yang tercatat dalam Kalender Event Kabupaten Ende, serta terus mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Ende dan dapat dilaksanakan setiap tahun.

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda saat membuka Lomba Naro mengatakan bahwa lomba ini dengan tujuan untuk merawat kebudayaan lokal yang dimiliki.

Bupati juga mengatakan kebudayaan adalah maha karya peradaban dari semua suku di Indonesia yang dipersatukan oleh Pancasila. Pancasila adalah saripati budaya dan jiwa bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila telah hidup dalam budaya leluhur sebelum kemerdekaan.

Baca Juga :  Dinkes Ende Tetapkan Maurole Daerah KLB Keracunan Pangan  

“Melalui pentas budaya seperti ini kita melestarikan dan menggali kembali mutiara- mutiara budaya yang sudah lama terpendam yang menjadi kekayaan budaya kita sejak ratusan tahun yang lalu”.

Naro adalah salah satu kebudayaan lokal yang masih dilestarikan dan dipertahankan suku Ende dan Jao. Bupati mengajak peserta dan masyarakat Ende menjadikan ajang ini bukan untuk mencari juara tetapi sebagai bukti nyata untuk melestarikan budaya lokal.

“Mari kita jaga budaya kita dan amalkan nilai- nilai pancasila. Kita buktikan kepada dunia, Indonesia bahwa Ende adalah laboratorium budaya”.

Tentang Tarian Naro

Tarian Naro sesungguhnya adalah tarian adat Ende Jao yang merupakan sarana ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa terkait atas kemenangan ketika terjadi peperangan melawan musuh.

Tarian ini juga adalah ungkapan syukur karena mendapat kesembuhan dari serangan wabah penyakit, juga memperoleh hasil panen yang berlimpah terutama tanaman jagung serta hal-hal lain.

Tarian Naro perlu kita lestarikan keberadaannya untuk kita persembahkan bagi anak cucu di wilayah Ende.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

29 Tim Berlaga di Turnamen Sepak Bola Mini Watutura II U-12
SMPK Tri Bhakti Reo Masuk 10 Besar TKA 2026 Manggarai, Dua Siswa Raih 90.00 Bahasa Indonesia
Berawal Dari SPK Lela, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Hadir dengan Tiga Program Studi Unggulan
Lulusan Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Langsung Diterima Bekerja Hingga ke Luar Negeri
Kondisi Infrastruktur di Riung Barat Masih Jauh dari Layak–Jalan Wangka-Marunggela Rusak Parah
HUT 25 Tahun, STIPAS KAK Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
90 Petani Flores Timur Bertolak ke Soe–Pergi Belajar Praktek Baik Pengembangan Holtikultura
Nando Watu Sebut Pemdes Niowula Abaikan Mekanisme, Desak Cari Lahan Lain untuk KDMP
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:51 WITA

29 Tim Berlaga di Turnamen Sepak Bola Mini Watutura II U-12

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:01 WITA

SMPK Tri Bhakti Reo Masuk 10 Besar TKA 2026 Manggarai, Dua Siswa Raih 90.00 Bahasa Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:13 WITA

Berawal Dari SPK Lela, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Hadir dengan Tiga Program Studi Unggulan

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:01 WITA

Lulusan Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Langsung Diterima Bekerja Hingga ke Luar Negeri

Senin, 8 Juni 2026 - 20:37 WITA

HUT 25 Tahun, STIPAS KAK Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Nusa Bunga

29 Tim Berlaga di Turnamen Sepak Bola Mini Watutura II U-12

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:51 WITA