MAUMERE, FLORESPOS.net-Akhirnya sebanyak 12 pekerja Eltras yang selama ini berada di shelter Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRuK F) di jalan Jenderal Achmad Yani Nomor 30, Kelurahan Nangameting,Kota Maumere dipulangkan ke Provinsi Jawa Barat.
Para pekerja ini dijemput sendiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM atau kang Dedi Mulyadi yang datang ke Maumere menggunakan penerbangan dari bandara Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
“Nanti mereka akan beristirahat di Labuan Bajo,” ujar Dedi Mulyadi saat ditanyai di Kantor TRuK F Maumere, Senin (23/2/2026)).
Sebanyak 12 pekerja ini pun setelah pertemuan KDM bersama pejabat terkait dan pihak TRuK F mulai mempersiapkan barang-barang bawaannya untuk berangkat menuju Bandara Frans Seda Maumere.
KDM pun terlihat menyambangi para pekerja dan menunggui mereka menaiki sebuah mobil minibus berwarna putih yang membawa mereka ke bandara.
Usai mobil tersebut berangkat, KDM terlihat masih berada di halaman kantor TRuK F sambil menerima telepon dan sesudahnya masuk ke dalam kantor TRuK F.
Dirinya pun menunggu selama sekitar satu jam lebih di kantor TRuK F hingga pesawat carteran Susi Air kembali dari Labuan Bajo untuk menjemput dirinya bersama rombongan di Bandara Frans Seda Maumere.
KDM tiba di Maumere bersama 2 bupati yakni Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang kerap disapa Om Zein dan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian.
Awalnya terdapat 13 pekerja yang berada di shelter TRuK F namun seorang pekerja telah lebih dahulu kembali ke kampung halamannya karena ada keperluan keluarga.
Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga menjelaskan, keputusan pulang diambil N, terduga korban karena ada persoalan keluarga dan sebelum pulang ia membuat pernyataan tertulis.
N dikatakan membuat pernyataan tertulis mengenai rencana kepulangannya yang ditandatangani olehnya dan diketahui pendamping dari TRUK-F, Suster Ika.
“Korban ini ada masalah keluarga, waktu itu dia bertemu saya sementara kami juga berdiskusi dengan Suster Ika dari TRUK-F. Waktu itu salah satu korban membuat pernyataan bahwa dia akan pulang, itu ditandatangani oleh dia dan diketahui oleh Suster Ika,” ujar Reinhard, Rabu (18/2/2026). *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










