Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam - FloresPos Net

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 12:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Oleh: Ebed de Rosary

HAMPARAN kebun jambu mete dan kelapa mulai terlihat saat memasuki wilayah Desa Bantala. Desa yang lebih terkenal dengan sebutan Lewotala ini hanya berjarak sekitar 30 kilometer, sebelah barat Kota Larantuka, Ibukota Kabupaten Flores Timur.

Desa ini memiliki kelompok usaha kopra, briket dari tempurung kelapa serta usaha simpan pinjam yang anggotanya mayoritas perempuan. Terdapat juga difabel yang aktif bekerja bersama anggota kelompok lainnya.

Komunitas Wolosina Watoboki merupakan sebuah komunitas perempuan yang pertama di bentuk di Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga :  Menparekraf: Gola Kolang Manggarai Barat Prodak High End

Komunitas ini berhasil memanfaatkan Rumah Energi Matahari (REM) untuk mengolah kopra putih dan mengeringkan briket tempurung kelapa, sehingga mendorong transisi energi yang ramah lingkungan.

Inovasi ini meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, serta kesejahteraan masyarakat, sehingga layak menjadi inspirasi bagi desa lain.

Desa Bantala merupakan salah satu desa yang petaninya banyak memiliki tanaman kelapa. Kelapa dahulunya dibelah dan dijadikan kopra dengan menjemurnya di halaman rumah.

“Kelapa yang sudah dibelah dijemur di halaman rumah dengan menggunakan terpal. Untuk bisa jadi kopra kami sangat bergantung kepada panas matahari,” sebut Elisabet Fuer, Ketua Kelompok Wolosina Watoboki saat disambangi, Senin (29/6/2026).

Baca Juga :  Tingkatkan PAD Pemda Pasang Tapping Box di Rumah Makan, Ini Respon APWR Ende

Elisabet berceritera,mereka harus selalu menjaga kelapa yang dijemur sebab takutnya dimakan ternak peliharaan. Saat mendung, mereka harus bergegas mengangkat kelapa agar tidak basah terkena hujan.

Dirinya mengenang, tahun 2023 Program Women Empowerment for Just Energy Transition (We for JET) yang dilaksanakan oleh Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) masuk ke desanya.

Direktur YPPS Melky Koli Baran menyebutkan, dalam program ini YPPS bekerja sama dengan Oxfam dan Penabulu, mendorong perempuan menjadi aktor utama dalam pengembangan ekonomi hijau dan energi terbarukan di tingkat komunitas.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Besok Gabriel Dala Dilantik jadi Sekda Ende Definitif, Bupati: Dia Sudah Tahu Tugasnya
Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul
Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa
Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani
Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:13 WITA

Besok Gabriel Dala Dilantik jadi Sekda Ende Definitif, Bupati: Dia Sudah Tahu Tugasnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:10 WITA

Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:18 WITA

Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa

Berita Terbaru