Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam - FloresPos Net - Page 4

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 12:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Ia menjelaskan, kalau kadar airnya 0.5 maka kopra sudah kering sehingga bakteri atau jamur tidak tumbuh di kopra. Meski produksi mereka sesuai standar kopra putih tetapi harga jualnya sama saja dengan kopra biasa atau kopra asalan.

“Makanya kami jemur tidak sampai standar kadar airnya 0.5 karena rugi. Kalau kadar airnya 0,5 maka waktu penjemurannya lebih lama. Sekali penjemuran di dalam rumah jemur bisa mencapai 3 ton,” ungkapnya.

Membuat Arang dan Briket

Kelompok Wolosina Watoboki beranggotakan 15 orang. Terdapat 4 oang laki-laki sementara sisanya perempuan. Pengurusnya semua perempuan karena sejatinya kelompok ini merupakan kelompok perempuan.

Dalam kelompok ini terdapat 4 orang difabel yang merupakan anak dari anggota kelompok. Saat orang tuanya absen, merreka menggantikan peran orang tua mereka bekerja bersama dalam kelompok.

Baca Juga :  Kapolres Ende Sambangi Panti Asuhan dan Panti ODGJ
Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Pekerjaan mengupas kelapa, menjemurnya di dalam rumah jemur hingga mencungkilnya untuk dijadikan kopra dilakoni bersama semua anggota kelompok.

Setelah dikupas, kelapa dibelah menjadi dua bagian lalu dijemur di dalam rumah penjemuran hingga menjadi kopra.

“Ada difabel juga 4 orang dan mereka juga ikut bantu panjat kelapa, kupas jemur sampai cungkil. Laki-laki ada 3 orang dan 1 orang perempuan. Mereka tidak sekolah dan ada yang usianya 30 tahun,” papar Elisabet.

Baca Juga :  Pelantikan DPC Partai NasDem se-Flores Timur, Edi Endi: Kibarkan Pataka dan Wujudkan Restorasi Indonesia

Sabuk kelapa untuk saat ini belum diolah menjadi bahan setengah jadi. Rencananya mau dijual ke pabrik di Kota Maumere namun harga jualnya tidak sebanding dengan ongkos transportasi dan bisa dikatakan rugi sehingga hanya dibiarkan saja hingga kering.

Sementara tempurung kelapa diolah menjadi arang dan briket, Tempurung Dibakar di drum menjadi arang lalu digiling menggunakan mesin menjadi tepung arang. Untuk membuat briket, satu kilogram tepung arang dicampur dengan kanji 0,8 kilogram.

“Adonan diaduk hingga merata lalu dimasukan ke dalam cetakan.Setelah kering, briket sudah bisa dipergunakan untuk bahan bakar pengganti kayu api atau minyak tanah yang selama ini kami gunakan,” ujar Regina.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Perum Bulog Ende Berikan Bantuan Pangan dan Non Pangan ke Warga Terdampak Bencana
BNPB Siapkan Dua Posko di Flores Distribusikan Bantuan Kepada Korban Gempa
Logistik Bantuan Bencana Menumpuk di Posko Tanggap Darurat BPBD Ende
Peduli Korban Bencana, Bank NTT Cabang Maumere Salurkan Bantuan
Kepala BNPB Pastikan Distribusi Logistik Penuhi Kebutuhan Logistik Dasar Korban Gempa
Pengungsi di Nangahale Digigit Ular Satu Warga Lainnya Meninggal
Posko Tanggap Darurat Pemkab Ende Mesti Aktif Up Date Data Dampak Gempa dan Penanganan ke Publik
Wapres Gibran Bermalam di Lepo Bispu, Istana Keuskupan Maumere Usai Tinjau Sejumlah Lokasi Terdampak Gempa
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:45 WITA

Perum Bulog Ende Berikan Bantuan Pangan dan Non Pangan ke Warga Terdampak Bencana

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:56 WITA

BNPB Siapkan Dua Posko di Flores Distribusikan Bantuan Kepada Korban Gempa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:26 WITA

Logistik Bantuan Bencana Menumpuk di Posko Tanggap Darurat BPBD Ende

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:37 WITA

Peduli Korban Bencana, Bank NTT Cabang Maumere Salurkan Bantuan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Pengungsi di Nangahale Digigit Ular Satu Warga Lainnya Meninggal

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Peduli Korban Bencana, Bank NTT Cabang Maumere Salurkan Bantuan

Jumat, 21 Agu 2026 - 15:37 WITA

Opini

Etika Kehadiran dan Passion Kemanusiaan

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36 WITA