“Setiap minggu setiap orang wajib setor simpanan sosial Rp2 ribu per orang.Uangnya dipergunakan untuk membantu anggota.Ada keluarga anggota kelompok yang meninggal maka akan diberikan bantuan sosial Rp500 ribu, bencana atau mengalami sakit dibantu Rp250 ribu,” papar Regina.
Regina dan anggota kelompok mengaku sangat terbantu dengan adanya SILC. Uang hasil penjualan kopra ditabung. Hasil simpanan bisa membiayai kebutuhan rumah tangga.
“Coba kalau waktu itu SILC sudah ada maka kami tidak pinjam uang di bank atau koperasi. Kita kalau tidak pandai simpan uang maka tidak punya uang untuk biaya kebutuhan keluarga dan dikejar penagih utang,” pungkasnya. *
Editor : Wentho Eliando










