Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam - FloresPos Net - Page 6

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 12:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Makanya YPPS kata Melki memfasilitasi pembentukan SILC di desa-desa dampingan program ini. YPPS tidak memberikan modal untuk SILC sebab modalnya harus dari anggota.

Penghasilan harian dari anggota disimpan lalu seminggu sekali ditabung.Besaran simpanan setiap anggota berbeda-beda tergantung pendapatan masing-masing.

Moto SILC, mengubah recehan jadi puluhan, puluhan jadi ratusan, ratusan jadi jutaan dan jutaan jadi aset. Jadi setiap anggota SILC harus punya impian saat tutup siklus nanti itu dia harus punya aset apa.

Satu siklus tabungan bisa mencapai 9 bulan atau 12 bulan tergantung kesepakatan anggota.

Baca Juga :  Bapa Mengutus Aku

Mama Elisabet mengaku memiliki 3 orang anak yang kuliah. Dua anaknya sudah tamat S2 dan bekerja sementara anak perempuannya baru lulus kuliah.Untuk membiayai kuliah,dia bahkan harus berhutang uang di bank.

Ia mengaku apabila dulunya sudah ada SILC maka dirinya tidak kesulitan uang membayar kuliah anaknya. Dari hasil tabungan di SILC ia sudah bisa membeli kulkas,mesin cuci,sofa dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

Regina memaparkan,di Desa Bantala terdapat 7 kelompok SILC dengan jumlah anggota bervariasi dan merupakan kelompok SILC terbanyak dari desa-desa lain yang merupakan dampingan YPPS.

Baca Juga :  Program Pemimpin Baru Kabupaten Sikka Harus Sudah Mulai Dieksekusi

Untuk kelompok Wolosina Watoboki, jumlah anggota SILC mencapai 20 orang. Untuk tutup buku siklus pertama dan kedua waktunya 9 bulan siklus ketiga waktunya 12 bulan.

Setiap kali tutup buku, uang simpanan anggota dikembalikan kepada anggota dengan jumlah sesuai simpanan per minggunya. Anggota juga bisa meminjam uang tabungan kelompok dengan bunga Rp50 ribu sekali pinjam.

Regina memaparkan, siklus pertama jumlah uang yang terkumpul dan dibagikan mencapai Rp56 juta dan siklus kedua Rp100 juta lebih. Siklus ketiga sedang berjalan dan jumlah simpanan sudah mencapai Rp76 juta.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Perum Bulog Ende Berikan Bantuan Pangan dan Non Pangan ke Warga Terdampak Bencana
BNPB Siapkan Dua Posko di Flores Distribusikan Bantuan Kepada Korban Gempa
Logistik Bantuan Bencana Menumpuk di Posko Tanggap Darurat BPBD Ende
Peduli Korban Bencana, Bank NTT Cabang Maumere Salurkan Bantuan
Kepala BNPB Pastikan Distribusi Logistik Penuhi Kebutuhan Logistik Dasar Korban Gempa
Pengungsi di Nangahale Digigit Ular Satu Warga Lainnya Meninggal
Posko Tanggap Darurat Pemkab Ende Mesti Aktif Up Date Data Dampak Gempa dan Penanganan ke Publik
Wapres Gibran Bermalam di Lepo Bispu, Istana Keuskupan Maumere Usai Tinjau Sejumlah Lokasi Terdampak Gempa
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:45 WITA

Perum Bulog Ende Berikan Bantuan Pangan dan Non Pangan ke Warga Terdampak Bencana

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:56 WITA

BNPB Siapkan Dua Posko di Flores Distribusikan Bantuan Kepada Korban Gempa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:26 WITA

Logistik Bantuan Bencana Menumpuk di Posko Tanggap Darurat BPBD Ende

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:37 WITA

Peduli Korban Bencana, Bank NTT Cabang Maumere Salurkan Bantuan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Pengungsi di Nangahale Digigit Ular Satu Warga Lainnya Meninggal

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Peduli Korban Bencana, Bank NTT Cabang Maumere Salurkan Bantuan

Jumat, 21 Agu 2026 - 15:37 WITA

Opini

Etika Kehadiran dan Passion Kemanusiaan

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36 WITA