Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam - FloresPos Net - Page 5

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 12:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Dalam sehari bisa dihasilkan 10 kg briket sebab pekerjaannya dilakukan secara manual. Mesin pengolah arang menjadi tepung harus digunakan secara manual dan produksinya terbatas.

Regina mengaku memiliki 300 kg briket yang dia pergunakan untuk memasak menggantikan kompor minyak tanah dan kayu bakar. Kompor briket dibuat sendiri oleh kelompoknya.

“Pernah ada pembeli dari Maumere membeli briket sampai 150 kilogram bahkan ada yang sampai satu ton. Tapi sekarang sudah jarang yang beli sehingga kami pergunakan sendiri untuk memasak di rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Keluarga Agung SMP Negeri Kewapante Berbagi Kasih dengan Korban Letusan Gunung Lewotobi

Regina mengaku setelah menggunakan kompor berbahan bakar briket dari tempurung kelapa, ia bisa menghemat uang untuk membeli minyak tanah atau menghemat waktu mencari kayu bakar di kebun.

Kelompok Wolosina Watoboki Berdikari di Bidang Ekonomi Berkat Pengolahan Kelapa dan Usaha Simpan Pinjam

Dapur rumahnya pun lebih bersih dan terbebas dari asap. Selain itu peralatan memasak pun bisa lebih bersih.

Manfaat Kelompok Simpan Pinjam

Selain mengolah kelapa menjadi kopra dan briket, kelompok Wolosina Watoboki juga memiliki jenis usaha simpan pinjam yang dinamakan Savings and Internal Lending Communities (SILC).

Baca Juga :  Poktan di Flores Timur Dapat Bantuan Bibit Anakan Tanaman Buah-buahan

SILC adalah pendekatan simpan pinjam berbasis masyarakat yang sering kali diperkenalkan dan didampingi oleh jaringan Caritas bersama dengan Catholic Relief Services (CRS).

Program ini bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi, khususnya bagi kelompok rentan atau yang terpinggirkan dari sistem perbankan formal.

Melki menjelaskan, setelah YPPS mempelajari, ternyata cocok dengan daerah NTT karena masyarakatnya banyak yang memiliki penghasilan harian.

“Penghasllannya kalau tidak ditabung maka habis. Kalau mau tabung juga penghasilannya recehan jadi mau bawa ke bank susah,” tuturnya.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Perum Bulog Ende Berikan Bantuan Pangan dan Non Pangan ke Warga Terdampak Bencana
BNPB Siapkan Dua Posko di Flores Distribusikan Bantuan Kepada Korban Gempa
Logistik Bantuan Bencana Menumpuk di Posko Tanggap Darurat BPBD Ende
Peduli Korban Bencana, Bank NTT Cabang Maumere Salurkan Bantuan
Kepala BNPB Pastikan Distribusi Logistik Penuhi Kebutuhan Logistik Dasar Korban Gempa
Pengungsi di Nangahale Digigit Ular Satu Warga Lainnya Meninggal
Posko Tanggap Darurat Pemkab Ende Mesti Aktif Up Date Data Dampak Gempa dan Penanganan ke Publik
Wapres Gibran Bermalam di Lepo Bispu, Istana Keuskupan Maumere Usai Tinjau Sejumlah Lokasi Terdampak Gempa
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:45 WITA

Perum Bulog Ende Berikan Bantuan Pangan dan Non Pangan ke Warga Terdampak Bencana

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:56 WITA

BNPB Siapkan Dua Posko di Flores Distribusikan Bantuan Kepada Korban Gempa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:26 WITA

Logistik Bantuan Bencana Menumpuk di Posko Tanggap Darurat BPBD Ende

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:37 WITA

Peduli Korban Bencana, Bank NTT Cabang Maumere Salurkan Bantuan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Pengungsi di Nangahale Digigit Ular Satu Warga Lainnya Meninggal

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Peduli Korban Bencana, Bank NTT Cabang Maumere Salurkan Bantuan

Jumat, 21 Agu 2026 - 15:37 WITA

Opini

Etika Kehadiran dan Passion Kemanusiaan

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:36 WITA