Ketiga, tahapan jangka panjang. Dalam tahapan ini IKAL Lemhannas akan berkolaborasi dengan pemerintah setempat untuk pemulihan dan pembangunan kembali rumah-rumah dan fasilitas umum yang rusak.
Penutup
Demikianlah gambaran sekilas gempa tektonik Flores, wujud aksi solidaritas kemanusiaan yang dilakukan elemen warga, dan misi kemanusiaan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores yang sudah dijalankan pada saat masa tanggap darurat.
Tulisan khusus terkait misi kemanusiaan IKAL Lemhannas ini bukan dimaksudkan untuk dilihat secara kuantitas, tetapi harus dibaca sebagai panggilan kemanusiaan dengan satu pesan utama terkait pentingnya bersolider dan berbelarasa dengan sesama, khusus para korban gempa yang karena alasan tertentu belum mendapatkan bantuan.
Dalam misi dan panggilan kemanusiaan ini, IKAL Lemhannas terpanggil untuk melakukan aksi-aksi konkret dengan bersolider dan berbelarasa dengan warga terdampak. Panggilan kemanusiaan inilah yang mestinya terus digemakan oleh siapa dan apa pun profesinya, termasuk IKAL Lemhannas.
Dalam konteks ini, kita seharusnya apa pun agama kita mesti terus berbelarasa dengan kaum tak bersuara (voice of voiceless) dan kaum terpinggirkan (voice for the periphery), terutama para penyintas gempa.
Dengan upaya kemanusiaan yang kita lakukan kita berharap agar para penyintas gempa mendapatkan sentuhan pelayanan kemanusiaan yang bermartabat.
Kita semua–entah sebagai pemuka agama, jurnalis, relawan, RT, RW, kepala desa/lurah, camat, aktivis kemanusiaan, ibu rumah tangga, penjual sayur, nelayan, ojek, dan aneka profesi lainnya, termasuk IKAL Lemhannas terpanggil untuk menjalankan misi kemanusiaan yang sama dengan penyintas gempa baik atau tidak baik waktunya.
Kiranya misi kemanusiaan yang dijalankan ini memotivasi elemen bangsa apa pun agamanya untuk bersolider,berbelasara dengan para korban kebencanaan, dan selalu berpihak pada komitmen bersama untuk peduli para korban bencana, orang-orang kecil dan kaum terpinggir lainnya.









