Jejak Kasih Unik yang Tak Terselami (Perziarahan Panggilan Romo Romanus Tubo Ola) - FloresPos Net - Page 2

Jejak Kasih Unik yang Tak Terselami (Perziarahan Panggilan Romo Romanus Tubo Ola)

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun, ada sebuah panggilan yang lebih dalam yang tak pernah benar-benar padam di lubuk hatinya. Pada 2017, Tubo kembali menanggalkan jas putihnya, melangkah masuk ke Himo Tiong Ritapiret untuk menjalani Tahun Orientasi Rohani.

Di sanalah ia menyadari bahwa menyembuhkan jiwa jauh lebih mendesak daripada merawat raga. Semangat kehausannya akan kebenaran membawanya ke STFK/IFTK Ledalero, di mana ia menyelami samudra filsafat dari tahun 2018 hingga 2022. Pikirannya diasah untuk merenungkan misteri eksistensi manusia dan Allah, merajut logika dan iman menjadi satu kesatuan yang utuh.

Baca Juga :  Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo

Perpaduan unik antara latar belakang medis dan kedalaman filsafat ini kemudian menemukan wujud nyatanya ketika ia menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Rumah Sakit Bukit Lewoleba (2022-2024).

Di ruang-ruang rawat yang dipenuhi penderitaan, Tubo tidak hanya hadir sebagai seorang frater, melainkan sebagai seorang sahabat yang mengerti betul bahasa rasa sakit. Ia merangkul mereka yang terbaring lemah, membawa hadirat Kristus melalui sentuhan kemanusiaan yang hangat.

Setelah itu, ia melanjutkan pendalaman akademisnya dengan menempuh studi S2 di IFTK Ledalero hingga tahun 2026, mempertajam pemikirannya demi pelayanan yang lebih cerdas dan berempati.

Baca Juga :  Bodho dan Begho di Republik Seolah-olah

Puncak dari seluruh perziarahan panjang ini akhirnya tiba. Pada 11 Juni 2026, di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Tubo berlutut dan menerima Tahbisan Diakonat. Ia resmi menjadi pelayan altar dan sabda.

Panggilan pelayanannya terus diuji dan dimurnikan melalui Praktik Diakonat di Paroki St. Yosef Lewotobi sepanjang Juli hingga Oktober 2026. Di tengah umat yang ia layani dengan penuh sukacita, kerinduannya untuk mempersembahkan diri seutuhnya kian membara.

Berita Terkait

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’
Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)
Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM
Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:19 WITA

Jejak Kasih Unik yang Tak Terselami (Perziarahan Panggilan Romo Romanus Tubo Ola)

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:38 WITA

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:48 WITA

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:47 WITA

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA