Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat - FloresPos Net - Page 4

Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia belum menempatkan transportasi umum sebagai kebutuhan dasar warganegaranya.

Keberadaannya kerap dipandang sebelah mata; anggaran justru lebih berpihak pada peremajaan mobil dinas pejabat lima tahunan ketimbang pembenahan “mobil rakyat” yang dibiarkan terbengkalai.

Manfaat transportasi umum di kawasan PLBN

Pembangunan dan pengoperasian transportasi umum di kawasan Lintas Batas Negara (PLBN) memiliki peran strategis baik dari sudut pandang ekonomi, sosial, maupun kedaulatan negara.

Baca Juga :  Dampak Abu Vulkanik, Peternak di Lereng Gunung Lewotobi Kesulitan Pakan

Manfaat utama keberadaan transportasi umum di kawasan PLBN Kalimantan Barat.

Pertama, peningkatan konektivitas dan aksesibilitas antarnegara.

Memudahkan mobilitas masyarakat lokal maupun wisatawan lintas negara (Indonesia–Malaysia), menghubungkan pusat kota seperti Pontianak atau Singkawang secara langsung menuju titik perbatasan.

Baca Juga :  Manyambut Tahun Baru 2025 dan Kado Kenaikan PPN 12 Persen untuk Masyarakat

Kedua, efisiensi biaya perjalanan masyarakat.

Menyediakan moda transportasi yang terjangkau bagi masyarakat di wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Perbatasan) dibandingkan bergantung pada kendaraan pribadi atau travel tak resmi.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Berita Terbaru

Nusa Bunga

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan

Senin, 19 Okt 2026 - 18:05 WITA

Nusa Bunga

PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara

Senin, 19 Okt 2026 - 16:44 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA