Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi - FloresPos Net - Page 3

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalisme Terlibat

Sebagaimana kita ketahui bahwa Jurnalisme Terlibat atau jurnalisme pelibatan (engaged journalism) merupakan bentuk pendekatan pemberitaan yang menempatkan masyarakat atau audiens sebagai pusat dari seluruh proses jurnalistik, bukan sebagai konsumen pasif.

Karakter utama jurnalisme terlibat adalah kolaboratif, berbasis layanan dan harus cover both side atau cover all side.

Pendekatan cover both side menggarisbawahi pentingnya seorang jurnalis yang mesti nenyajian berita secara berimbang, dan tidak memihak atau dengan cara meliput dari dua sudut pandang yang berbeda (komunikasi dua arah) dan atau cover all side (komunikasi dengan semua pihak yang disebutkan dalam pemberitaan).

Baca Juga :  Dari “Luka” Yang Mendera Hingga Pengharapan tentang Migrasi dan Perantauan Bermartabat

Hal yang menjadi tujuan dari jurnalisme terlibat yakni untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap media massa, dan agar karya jurnalistik yang dihasilkan relevan dan berdampak langsung pada kehidupan komunitas lokal terutama warga yang terdampak.

Dengan mengetahui konsep dasar jurnalisme terlibat di atas maka bahwa saat ini eksistensi jurnalisme terlibat sangat penting, dan seorang jurnalis harus terlibat dalam misi kemanusiaan apa pun. Seorang jurnalis saat ini harus sungguh terlibat dalam panggilannya sesuai panggilan profesi yang diemban.

Baca Juga :  Judi Online, Budaya Healing dan Krisis Prioritas Masyarakat: Membangun Kesadaran di Tengah Godaan Gaya Hidup Instan

Mengapa? Karena aktivitas jurnalisme atau aktivitas seorang wartawan bukan sekadar actus who, what, when, where, why dan How (5 W + 1 H) saja. Bukan sekadar siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana.

Aktivitas jurnalis atau jurnalisme bukan pula sekadar permainan kata-kata indah dan bahasa sastrawi yang enak dibaca dan mengundang daya nalar pembaca. Tetapi lebih dari itu tulisan itu khususnya karya-karya jurnalistik harus mampu menjadi inspirasi, solusi dan pembebasan baik bagi penulis/jurnalis, maupun bagi warga yang diadvokasi dalam tulisan kita.

Berita Terkait

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Berita ini 597 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Berita Terbaru

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA