Jurnalisme Terlibat
Sebagaimana kita ketahui bahwa Jurnalisme Terlibat atau jurnalisme pelibatan (engaged journalism) merupakan bentuk pendekatan pemberitaan yang menempatkan masyarakat atau audiens sebagai pusat dari seluruh proses jurnalistik, bukan sebagai konsumen pasif.
Karakter utama jurnalisme terlibat adalah kolaboratif, berbasis layanan dan harus cover both side atau cover all side.
Pendekatan cover both side menggarisbawahi pentingnya seorang jurnalis yang mesti nenyajian berita secara berimbang, dan tidak memihak atau dengan cara meliput dari dua sudut pandang yang berbeda (komunikasi dua arah) dan atau cover all side (komunikasi dengan semua pihak yang disebutkan dalam pemberitaan).
Hal yang menjadi tujuan dari jurnalisme terlibat yakni untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap media massa, dan agar karya jurnalistik yang dihasilkan relevan dan berdampak langsung pada kehidupan komunitas lokal terutama warga yang terdampak.
Dengan mengetahui konsep dasar jurnalisme terlibat di atas maka bahwa saat ini eksistensi jurnalisme terlibat sangat penting, dan seorang jurnalis harus terlibat dalam misi kemanusiaan apa pun. Seorang jurnalis saat ini harus sungguh terlibat dalam panggilannya sesuai panggilan profesi yang diemban.
Mengapa? Karena aktivitas jurnalisme atau aktivitas seorang wartawan bukan sekadar actus who, what, when, where, why dan How (5 W + 1 H) saja. Bukan sekadar siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana.
Aktivitas jurnalis atau jurnalisme bukan pula sekadar permainan kata-kata indah dan bahasa sastrawi yang enak dibaca dan mengundang daya nalar pembaca. Tetapi lebih dari itu tulisan itu khususnya karya-karya jurnalistik harus mampu menjadi inspirasi, solusi dan pembebasan baik bagi penulis/jurnalis, maupun bagi warga yang diadvokasi dalam tulisan kita.










