Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi - FloresPos Net - Page 7

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demikianlah goresan kecil seputar solidaritas sosial, jurnalisme terlibat, dan pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Kiranya catatan kecil ini bisa menggugah para insan jurnalis, khususnya yang berjibaku meliputi dampak gempa tektonik 7,7 skala richter Flores dan bahkan di saat merenda literasi jurnalistiknya terkadang lari terbirit-birit saat terjadi gempa susulan,dan atau atau mungkin yang mendapatkan sorotan miring sebagai jurnalisme abal-abal; jurnalis gadungan, atau jurnalis asal bapak senang (ABS) untuk tetap semangat menjalankan misi mulia sebagai sosok kemanusiaan yang terlibat dan insan yang mengemban tugas sebagai pilar keempat demokrasi.

Baca Juga :  Bupati Sikka Apresiasi Respons Cepat Menteri PU, Sejumlah Infrastruktur Rusak Gempa Segera Diasessment

Mari kita terus menyalakan aksi solidaritas kemanusiaan gempa tektonik Flores seraya memahami esensi panggilan sebagai jurnalisme terlibat, dan memaknai pers sebagai pilar keempat demokrasi secara benar dan bertanggung jawab. *

Baca Juga :  Pasca Gempa Flores, Proses Belajar Mengajar di Sikka Dimulai Akhir Agustus

Penulis, adalah Jurnalis Senior, dan Penulis Buku Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati

Berita Terkait

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Berita ini 597 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA