Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi - FloresPos Net - Page 4

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam konteks karya jurnalistik dan panggilan profesi jurnalis di masa kebencanaan, termasuk Bencana Gempa Tektonik berkekuatan 7,7 skala richter yang mengguncang Flores dan sekitarnya pada 15 Agustus 2026 lalu menggarisbawahi pentingnya misi mulia untuk mempublikasikan pelbagai perkembangan kebencanaan, dan dinamika intervensi kemanusiaan yang dilakukan pelbagai elemen bangsa.

Panggilan profesi jurnalis dalam kondisi seperti ini mesti harus disadari sebagai tugas untuk terus menyuarakan aspirasi kaum tak bersuara (voice of the voiceless) dalam hal ini para korban gempa, dan menyuarakan suara kaum terpinggir (voice for the periphery).

Baca Juga :  Pers, Pelita Abadi dan Wahyu Keindahan

Menyuarakan suara kaum tak bersuara dan kaum terpinggir bukan saja menyangkut para korban tetapi juga tetap mengapresiasi pelbagai langkah positif yang dilakukan para pelayanan entah yang bersangkutan mengemban tugas sebagai pelayanan rakyat di bidang pemerintahan, pelayanan umat sesuai struktur agama yang dianutnya, atau pun sebagai relawan dan pegiat kemanusiaan lainnya.

Dalam peran seperti di atas dan konteks aneka tugas yang diemban, seorang jurnalis yang mengemban misi mulia di atas maka sosok pegiat literasi sungguh menjalankan tugasnya sebagai jurnalisme terlibat.

Baca Juga :  Idul Fitri dan Kemanusiaan Lintas Iman

Pilar Keempat Demokrasi

Selain memahami eksistensi jurnalisme terlibat, dalam tulisan ini, kami mengangkat kembali gagasan pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Sejarah mencatat bahwa bahwa yang menggagas pertama kali pers sebagai pilar keempat demokrasi adalah Edmund Burkle. Pendapat Edmund ini didokumentasikan dalam buku berjudul On Heroes, Hero Worship yang ditulis oleh Thomas Cartyle tahun 1841.

Dalam konteks Indonesia, keberadaan pers, peran dan peranannya diatur dalam pasal 33 UU No. 40 tahun 1999 tentang pers, dan fungi pers.

Berita Terkait

Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat
Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana
‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’
Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka
Etika Kehadiran dan Passion Kemanusiaan
Trauma Healing Anak SD dan PAUD di Tengah Duka Gempa Flores
Jalur Sepeda di Jakarta: Antara Dilema Efektivitas, Mandat Regulasi, dan Solusi Masa Depan
Mewaspadai Solidaritas yang Berlapis Untung
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:56 WITA

Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:55 WITA

‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:46 WITA

Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

Berita Terbaru