Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi - FloresPos Net - Page 6

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karena kenyataannya, pers sekarang juga memberitakan keberhasilan seseorang, lembaga pemerintahan atau perusahaan yang meraih kesuksesan serta perjuangan mereka untuk tetap hidup di tengah berbagai kesulitan.

Untuk menyamakan pandangan terhadap pers pembangunan, Wilbur Sechramm, memberikan 7 batasan terkait pers.

Pertama pers harus dapat menciptakan iklim pembangunan di negaranya. Kedua, pers harus mampu mengarahkan perhatian masyarakat dari kebiasaan lama menjadi perilaku yang lebih maju lagi.

Ketiga, pers harus mampu memperluas cakrawala berpikir masyarakatnya. Keempat, pers harus dapat meningkatkan aspirasi dan mendorong masyarakat berpola pikir ke arah kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga :  Quo Vadis Pendidikan Dasar Indonesia?

Kelima, pers harus bisa memperlebar tukar pikiran (diskusi) dan kebijakan (policy). Keenam, pers harus mampu membantu searah substansial semua jenis kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara. Ketujuh, pers harus mampu mengatakan norma sosial.

Mengakhiri tulisan sederhana ini, izinkanlah saya untuk mengangkat kembali beberapa poin yang disampaikan Predisen RI ke-7 Joko Widodo ketika ia berpidato pada HUT Pers Nasional tahun 2020 yang dilaksanakan di Banjar Baru, Kalimantan Selatan pada 9 Februari 2020.

Baca Juga :  Tradisi Bakar Lilin dan Pesan Natal untuk Masyarakat

Presiden Joko Widodo waktu itu berkali-kali menggarisbawahi peran pers sebagai pilar keempat demokrasi yang dinilainya telah menjalankan tugas dengan baik dengan indikator melakukan tugas untuk mengawasi demokrasi, pers terus mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam berdemokrasi, menjaga kehidupan bangsa agar tetap kondusif, mengontrol kinerja pemerintahan, memberikan kritikan positif, dan memberitakan agenda kegiatan pemerintahan.

Berita Terkait

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Berita ini 597 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Berita Terbaru

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA