Surat Cinta untuk Nagekeo - FloresPos Net

Surat Cinta untuk Nagekeo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Fr. Pankrasius Tevin Lory

SUARA saya mungkin tidak memiliki bobot politis. Saya bukan akademisi besar, bukan pejabat, bukan tokoh berpengaruh, bukan pula pakar pembangunan.

Saya hanyalah seorang masyarakat biasa yang berasal dari Kabupaten Nagekeo. Seseorang yang hidup di antara realitas sehari-hari.

Menyaksikan anak muda pergi merantau, mendengar harapan orang tua tentang masa depan anak-anaknya, dan melihat tanah ini perlahan berubah oleh arus zaman.

Dari posisi yang sederhana inilah kegelisahan muncul. Kegelisahan tentang masa depan tempat yang saya sebut rumah. Izinkan saya berpendapat dan ikut berpikir bersama tentang ke mana Nagekeo hendak berjalan.

Baca Juga :  Rocky Gerung: Sang Provokator Intelektual

Nagekeo di Persimpangan Sejarah

Setiap daerah memiliki ceritanya sendiri tentang harapan dan keterbatasan. Demikian pula Kabupaten Nagekeo, sebuah wilayah yang sedang berdiri di persimpangan sejarah antara tradisi yang diwariskan dan masa depan yang sedang dibentuk.

Banyak aspek dapat dibicarakan mengenai arah perkembangan Nagekeo, tetapi tulisan ini menyoroti empat bidang yang dipandang paling mendesak dan menentukan, yakni penguatan institusi pendidikan sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia, optimalisasi distribusi bahan bakar sebagai penopang aktivitas ekonomi harian, pembangunan bandara udara sebagai infrastruktur konektivitas dan akselerasi pertumbuhan, serta pengembangan pariwisata alam dan budaya sebagai sumber nilai ekonomi berbasis kearifan lokal.

Baca Juga :  Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia)

Melalui pendekatan filosofis-reflektif dan analisis pembangunan regional, tulisan ini bertujuan melihat integrasi keempat bidang tersebut sebagai kerangka pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.

Penguatan Institusi Pendidikan

Dalam kerangka pembangunan daerah, ibu kota kabupaten memiliki posisi strategis karena menjadi pusat administrasi, aktivitas sosial, dan pertemuan berbagai dinamika masyarakat.

Oleh sebab itu, ibu kota kabupaten semestinya tidak hanya berkembang sebagai pusat birokrasi, tetapi juga sebagai pusat produksi pengetahuan melalui kehadiran kampus dan sekolah unggul. Tanpa institusi pendidikan yang berkualitas, pembangunan berisiko melahirkan pertumbuhan ekonomi tanpa transformasi manusia.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Berita ini 1,403 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA