Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta - FloresPos Net

Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Menteri Koperasi RI diminta Presiden Prabowo Subianto agar koperasi yang ada di Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun badan usaha swasta.

Kondisi saat ini, aset koperasi yang ada di seluruh Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan aset badan usaha swasta maupun perbankan nasional yang ada di negeri ini.

“Presiden mendorong percepatan penguatan koperasi agar mampu mengimbangi badan usaha swasta dan badan usaha milik negara,” sebut Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Jumat (29/5/2026).

Ferry menyebutkan, Gubernur NTT menyampaikan bahwa total aset koperasi di NTT telah mencapai lebih dari Rp10 triliun atau setara dengan sekitar separuh aset PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT atau Bank NTT.

Ia mengatakan, kondisi ini membuktikan bahwa Provinsi NTT angat layak disebut sebagai provinsi koperasi sebab dari jumlah asetnya membuktikan bahwa koperasi di NTT berkembang dengan sangat baik.

Baca Juga :  PMKRI Maumere Desak Kejari Sikka Selidiki Dugaan Korupsi Dana Jasa Covid-19

“Bila kita melihat kondisi nasional, aset koperasi di seluruh Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan aset badan usaha swasta maupun perbankan nasional. Perbedaannya sangat besar,” ucapnya.

Ferry menegaskan, hal ini menunjukkan adanya ketimpangan antara kepemilikan aset badan usaha milik negara, badan usaha swasta, dan badan usaha koperasi.

Ia mengatakan Presiden Prabowo memberikan amanah kepada Kementerian Koperasi supaya bisa mengejar ketertinggalan badan usaha koperasi dari badan usaha milik negara dan badan usaha swasta.

Menurutnya, sesuai Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, para pendiri bangsa menginginkan keseimbangan antara badan usaha milik negara, badan usaha swasta, dan badan usaha koperasi.

“Para pendiri bangsa berharap badan usaha koperasi menjadi lebih besar, baik dari sisi aset, kegiatan usaha, maupun partisipasi masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :  Sejak Didirikan Tahun 2016, SMAN Waiblama Kesulitan Akses Internet

Ferry menambahkan, dulu koperasi disebut sebagai soko guru perekonomian nasional diman “Soko” berarti tiang dan “guru” berarti utama artinya koperasi seharusnya menjadi arus utama perekonomian nasional.

Dirinya bersyukur koperasi di NTT asetnya besar dan ini menunjukkan bahwa Provinsi NTT dan juga Pemerintah Kabupaten Sikka berhasil menjadikan koperasi menjadi badan usaha yang punya kontribusi signifikan terhadap perekonomian di daerah.

Ia mengharapkan koperasi-koperasi yang existing ada bisa membantu keberadaan koperasi desa dan kelurahan merah putih yang ada di NTT khususnya bagaimana pengelolaan lembaga keuangan mikro.

“Koperasi kredit yang sudah lebih awal berdiri dan sudah eksis sehingga kita harapkan mereka bisa menjadi semacam kakak asuh khususnya bagi koperasi perkreditan di NTT.Bisa membantu pengelolaan keuangan mikro yang menjadi salah satu kegiatan dari koperasi desa dan kelurahan merah putih,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

TNI Hadir Memulihkan Luka Batin Anak-Anak SDK Wancang Manggarai
Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi
Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka
Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende
Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores
Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka
9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat
Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:46 WITA

TNI Hadir Memulihkan Luka Batin Anak-Anak SDK Wancang Manggarai

Kamis, 10 September 2026 - 20:16 WITA

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WITA

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores

Kamis, 10 September 2026 - 15:50 WITA

Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka

Berita Terbaru

Nusa Bunga

TNI Hadir Memulihkan Luka Batin Anak-Anak SDK Wancang Manggarai

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:46 WITA

Opini

Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:23 WITA

Pius Jemadu, S.Fil.

Opini

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:11 WITA