MAUMERE, FLORESPOS.net-Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Santa Elisabeth Keuskupan Maumere sejak tahun 2017 hingga 2019 masih berlokasi di Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka.
Sejak tahun 2020 pihak Yayasan Santu Lukas dan pihak kampus memutuskan memindahkan ke kampus ke Kota Maumere di belakang SMA John Paul II tepatnya di Jalan Mapitara Nomor 2 Kelurahan Kabor, Kota Maumere.
“Kami sekarang baru tiga program studi dengan jumlah mahasiswa sebanyak 624 mahasiswa,” sebut Ketua Stikes St.Elisabeth Keuskupan Maumere,Maria Kornelia Ringgi Kuwa,S.St,M.Kes, Sabtu (11/7/2026).
Maria menjelaskan, untuk saat ini di gelombang ketiga Pendaftaran mahasiwa baru yang mendaftar baru sebanyak 190-an orang dan pihaknya masih membuka pendaftaran hingga akhir Juli 2026.
Dirinya menyebutkan, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere mengharapkan semua dukungan dari warga Kabupaten Sikka terutama dari Kampus Stikes St.Elisabet sendiri.
“Stikus St.Elisabeth Keuskupan Maumere ini kan menghadirkan dua prodi yang baru dan yang pertama di NTT.Untuk lembaganya Stikes St.Elisabet Keuskupan Maumere meraih predikat baik sekali,” ungkapnya.
Maria memaparkan, untuk Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan mendapat predikat baik sekali dan sedang berproses untuk meraih predikat unggul
Sementara untuk Prodi S1 Fisioterapi telah meraih predikat unggul sementara S1 Informatika Medis sudah meraih predikat baik.
Dirinya menambahkan, prodi fisioterapi dan prodi informatika medis merupakan prodi-prodi yang sekarang sebenarnya sangat dibutuhkan kehadirannya di masyarakat maupun di dunia kesehatan.
“Kami mengharapkan orang tua dan anak-anak bisa menentukan pilihan karena prodi kami juga memiliki akreditasi yang baik. Lulusan kami juga diterima bekerja hingga di luar negeri seperti di Jepang,” ungkapnya.
Mahasiswa yang berkuliah di Stikes Santa Elisabeth pun mendapatkan beasiswa dari yayasan apabila mahasiswa tidak mendapatkan beasiswa dari berbagai pihak baik dari pemerintah maupun pihak swasta.
Untuk tahun 2025 kampus ini mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Sikka bagi 100 mahasiwa dan lewat program Pemda Sikka Satu Kepala Keluarga (KK) satu sarjana diberikan beasiswa bagi 6 orang.
Beasiswa dari Gubernur NTT juga ada banyak mahasiwa yang mendapatkannya sedangkan untuk KIP Kuliah tergantung orang tua siswa apakah keluarganya masuk di Desil yang mendapatkan bantuan tersebut atau tidak. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










