Nilai Polres Sikka Tidak Mampu, Keluarga Korban Noni Minta Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasusnya - FloresPos Net

Nilai Polres Sikka Tidak Mampu, Keluarga Korban Noni Minta Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasusnya

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 16:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Keluarga Stevania Kristiani Noni (14) siswi SMP MBC Ohe yang menjadi korban pembunuhan, mendesak agar Mabes Polri mengambil alih pengungkapan kasus pembunuhan anak mereka.

Keluarga menilai ada kejanggalan dan ketidakmampuan penyidik Polres Sikka dalam penanganan kasus pembunuhan warga Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka ini.

Hal ini disampaikan perwakilan keluarga korban, Fabianus Beto saat konferensi pers di Maumere, Kamis (23/4/2026) malam bersama Relawan Keadilan Sikka, GMNI Sikka serta perwakilan 10 suku di Omanduru.

“Proses peradilan terhadap kasus pembunuhan anak kami Noni ini harus menjadi satu spirit, satu perjuangan bersama di semua lembaga penegakan hukum, ‘ tegas Fabi sapaannya.

Fabi menyampaikan, keluarga korban sangat menyayangkan kinerja penyidik Polres Sikka yang sudah mereka sampaikan berulang-ulang dengan semua elemen gerakan terkait proses hukum kasus ini.

Pihaknya menilai proses penyelidikan hingga penyidikan sangat tidak maksimal sebab meskipun secara administrasi berkas perkara yang sudah diberikan kepada kejaksaan tetapi secara substansinya tidak.

Kenapa demikian, ia mengatakan motif pelaku ini sampai sekarang masih sangat absurd, sangat kabur dan sangat tidak rasional sebab hanya karena masalah gitar pelaku tega melakukan pembunuhan sesadis ini.

“Barang bukti hanya gitar dan parang. Bagi kami keluarga korban yang awam hukum, kami bertanya apakah karena gitar pelaku yang adalah anak-anak bisa membunuh orang sesadis itu?,” ungkapnya.

Selain itu, ucap Fabi, barang bukti yang keluarga pertanyakan seperti pakaian korban, telepon genggam korban, rambut korban dan jari tangan korban tidak kunjung ditemukan.

Baca Juga :  Bulog Maumere Salurkan Beras SPHP Sebanyak 568 Ton Bagi 28 Ribu Penerima

Keluarga korban menarik kesimpulan bahwa sumber daya manusia di Polres Sikka tidak mampu menangani kasus pembunuhan ini secara tuntas dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

Selain itu, sebut Fabi,mungkin juga sumber daya finansial di Polres Sikka juga tidak mendukung pengungkapan kasus ini sebab bisa jadi ada kemauan dari penyidik namun mereka terkendala finansial.

“Kami keluarga sangat kecewa sebab sampai detik ini kami tidak pernah bertemu, bertatap muka dan beraudensi dengan Kapolres Sikka guna menanyakan komitmen dia terkait kasus ini,” ungkapnya.

Fabi menegaskan keluarga korban sedang mencari pinjaman dana agar bisa ke Jakarta untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI terkait kasus pembunuhan ini.

Pihaknya akan bertanya komitmen Komisi III DPR RI terkait penegakan hukum di wilayah Provinsi NTT sebab Komisi III juga barusan melakukan kunjungan kerja ke Kupang,NTT.

Menurutnya, kasus ini rumit dimana terdapat kejanggalan-kejanggalan yang keluarga korban alami seperti pernyataan kuasa hukum korban yakni negara memanjakan pelaku, negara mengorbankan korban.

“Dimanakah kehadiran negara, kami bertanya kepada negara. Kami meminta siapapun yang merasa bersimpati dengan perjuangan ini tolong bantu kami, fasilitasi kami untuk ke Jakarta bertemu Komisi III DPR RI,” pintanya.

Baca Juga :  Pilkada Ngada, Laka Lena Sebut Paket AP- MJ Sudah Final

Keluarga kata Fabi menegaskan metode yang harus digunakan dalam proses penyelidikan ini ini bukan metode biasa dan harusnya menggunakan metode
Yang janggalnya polisi mengatakan kalau keluarga korban ada saksi bisa bawa ke polisi sehingga keluarga korban pun merasa bingung.

Telepon genggam pelaku yang rusak saja pihak penyidik tidak bisa perbaiki bahkan permintaan penyidik kepada pihak Telkomsel pun hanya terkait log panggilan dan pesan pendek (SMS).

“Saat ini jarang sekali orang menggunakan SMS. Kita perlu adanya digital forensic dalam pengungkapan kasus ini.Telepon genggam meski rusak pun bisa diketahui Riwayat percakapan dan panggilan,” ungkapnya.

Keluarga korban juga tambah Fabi bersama perwakilan 10 suku dan segenap elemen gerakan dan relawan minta agar dipergunakan alat lie detector, tes kebohongan dan ahlinya untuk mengungkap kasus ini.

Ia menegaskan, keluarga korban sepakat sidang pengadilan digelar tertutup tetapi dengan syarat pelaku harus dihadirkan di muka persidangan jangan hadir melalui online atau lewat zoom meeting.

Keluarga mengaku selama ini sudah sabar dan mempercayakan semua proses penegakan hukum kepada kepolisian, kejaksaan maupun pengadilan namun keluarga meminta agar negara juga memperhatikan hak-hak korban.

“Jangan hanya memperhatikan hak-hak pelaku. Tidak perlu lagi kawal pelaku itu seperti menteri, dijaga begitu bagus. Dengan kejadian ini, keluarga merasakan bahwa negara tidak berada di sisi korban, tapi negara berada di sisi pelaku,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan
Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang
Nagekeo Dapat Jatah 3 Kampung Nelayan Merah Putih
APBD 2026, Nol Pembangunan Fisik Manggarai Barat
Pemda Ngada Gelar Apel Gabungan, Tertib Aset dan Taat Pajak Kendaraan Dinas
Tembus Rp1,8 Triliun Dana Pusat Masuk Nagekeo TA 2026, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pelatihan dan Pencegahan Kekerasan  Terhadap Anak, Ini Kata Blandina Mamo Bena
FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko: Langkah Strategis Penguatan Keselamatan Pariwisata Labuan Bajo
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:29 WITA

PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan

Jumat, 24 April 2026 - 16:25 WITA

Nilai Polres Sikka Tidak Mampu, Keluarga Korban Noni Minta Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasusnya

Jumat, 24 April 2026 - 16:16 WITA

Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang

Jumat, 24 April 2026 - 10:47 WITA

Nagekeo Dapat Jatah 3 Kampung Nelayan Merah Putih

Jumat, 24 April 2026 - 10:43 WITA

APBD 2026, Nol Pembangunan Fisik Manggarai Barat

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Nagekeo Dapat Jatah 3 Kampung Nelayan Merah Putih

Jumat, 24 Apr 2026 - 10:47 WITA

Nusa Bunga

APBD 2026, Nol Pembangunan Fisik Manggarai Barat

Jumat, 24 Apr 2026 - 10:43 WITA