Wabup Weng: Hak Pengelolaan Lahan Manggarai Barat Bagai Menguraikan Benang Kusut - FloresPos Net

Wabup Weng: Hak Pengelolaan Lahan Manggarai Barat Bagai Menguraikan Benang Kusut

- Jurnalis

Senin, 4 Desember 2023 - 13:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Mabar NTT, Yulianus Weng, menunjukan peta kondisi eksisting HPL Mabar NTT

Wakil Bupati Mabar NTT, Yulianus Weng, menunjukan peta kondisi eksisting HPL Mabar NTT

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Penyelesaikan masalah Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) bagaikan menegakkan benang kusut. Persoalannya terlalu lama dan rumit, juga beririsan dengan Transmigrasi Nggorang.

Masalah HPL yang beririsan dengan Transmigrasi Ngorang baru terkuak beberapa tahun terakhir ini. Padahal HPL dan Transmigrasi Nggorang sudah ada sejak tahun 1997.

Demikian pandangan Wakil Bupati (Wabup) Mabar NTT, Yulianus Weng menanggapi media ini di Labuan Bajo belum lama berselang, terkait HPL di daerah itu, khususnya di Kecamatan Komodo.

Diungkapkan, luas wilayah HPL berdasarkan sertifikat HPL No. 1 tanggal 24 September 1997 yakni 3.620.3658 Ha (bukan 36 ribu Ha atau 40 ribu Ha, seperti dilansir media ini sebelumnya). Wilayah HPL 3 ribu hektare lebih tersebut tersebar di 4 desa, yaitu Golo Pongkor, Macang Tanggar, Tiwu Nampar, dan Warloka.

Baca Juga :  Cara Membuat Minyak Kelapa Sendiri di Rumah

Wilayah Transmigrasi hanya berada dalam desa Macang Tanggar. Warga Transmigrasi yang ditempatkan Tahun 1997 sebanyak 200 kepala keluarga (KK) sudah mendapat sertifikat kepemilikan masing-masing 1 Ha.

Dalam delineasi HPL Transmigrasi sudah terdapat permukiman existing warga (kampung dan fasilitas publik seperti sekolah, gereja, masjid, tanah wakaf) sebelum ditetapkan sebagai HPL, hal ini juga tertera dalam surat penyerahan lahan Tahun 1990 point 5 yakni tanah yang sudah dikuasai turun temurun, tetap diakui kepemilikannya.

Baca Juga :  Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Juleha, Pemkab Manggarai Barat Gandeng B2P2K Bogor

“Penyelesaiannya rumit sekali. Bagai menguraikan benang kusut. Harus urus satu per satu, ” ungkap Wabup Weng.

Dan ini yang diperjuangkan Pemkab Mabar belakangan supaya tanah ulayat, tanah milik masyarakat, dan fasilitas umum keluar dari HPL. Dan Pemerintah Pusat melalu Kementerian/Kelembagaan terkait merespos baik, tutur Wabup yang eks Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai itu.

Diberitakan Florespos.net sebelumnya, Camat Komodo Mabar NTT, Yohanes Reynaldo Campur meminta masyarakat yang menjadi bagian dari HPL dimaksud untuk mendukung Pemkab Mabar supaya suport data terkait HPL. *

Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Kapten NVBC Sebut Soekarno Cup 1 jadi Pemicu Bangkitnya Turnamen Voli di Ende
Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final
Program MBG Belum Memberikan Dampak Siginifikan Bagi Petani di Daerah
Siswa SMKN di Manggarai Praktek Budidaya Semangka Sistem Irigasi Tetes di Maumere
Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Pangan dan BPOLBF Dorong Ketahanan Pangan Destinasi
Legend VBC Tumbang dari Bintang Sambar, Tim Putri Benteng Gading ke Semi Final
Dampak Efisiensi Anggaran, Kontraktor Muda di Maumere Banting Setir Jadi Petani Hortikultura
Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:20 WITA

Kapten NVBC Sebut Soekarno Cup 1 jadi Pemicu Bangkitnya Turnamen Voli di Ende

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:36 WITA

Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:36 WITA

Program MBG Belum Memberikan Dampak Siginifikan Bagi Petani di Daerah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:33 WITA

Siswa SMKN di Manggarai Praktek Budidaya Semangka Sistem Irigasi Tetes di Maumere

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:52 WITA

Legend VBC Tumbang dari Bintang Sambar, Tim Putri Benteng Gading ke Semi Final

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:36 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Tatkala KAE dan Masyarakat Flores Gugat Geothermal

Sabtu, 1 Agu 2026 - 09:54 WITA