LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Rangkaian Festival Golo Koe 2026 mulai digelar, ditandai dengan dimulainya perjalanan rohani Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara yang akan mengunjungi 26 paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo sebelum mencapai puncak perayaan, sebagai wujud penguatan nilai spiritual, kebersamaan, serta harmoni kehidupan masyarakat.
Paroki Wae Nakeng menjadi titik pertama dimulainya Perarakan Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara menuju Paroki Lengko Cepang, Lembor Selatan, Manggarai Barat, Jumat (10/7/2026).
Pada tahun 2026 ini, Festival Golo Koe sendiri memasuki penyelenggaraan tahun kelima sejak pertama kali digelar pada tahun 2022. Dalam dua tahun terakhir, festival religi dan budaya ini berhasil masuk dalam jajaran 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN).
Pada tahun 2026, festival ini mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”, yang mencerminkan semangat kolektif dalam menjaga kehidupan yang harmonis antara manusia, budaya, dan lingkungan.
Puncak Pekan Festival Golo Koe 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Agustus 2026, dimana salah satu agenda utama adalah prosesi akbar pada 14 Agustus 2026, di mana Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara akan diarak melalui prosesi laut, kemudian dilanjutkan dengan prosesi darat dari kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo, melintasi tujuh stasi, menuju Gua Maria Golo Koe.
Dalam perjalanan pembukaan perarakan menuju Paroki Lengko Cepang, Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara juga melewati berbagai desa dan paroki di wilayah Lembor, salah satunya Desa Nanga Lili, Kecamatan Lembor Selatan.
Kehadiran Patung Bunda Maria ini disambut hangat oleh masyarakat lintas iman sebagai simbol kerukunan dan penuh kekeluargaan, sejalan dengan semangat yang diusung dalam Festival Golo Koe.
Penyambutan dilakukan secara adat melalui prosesi pengalungan, serta penampilan tarian oleh pelajar SMP/MTs Negeri Manggarai Barat, yang mencerminkan kebersamaan dan harmoni sosial di tengah keberagaman.
Dalam penyambutan di Desa Nanga Lili, Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menyampaikan apresiasi atas penerimaan hangat masyarakat, khususnya umat Muslim setempat, yang turut menyambut dan menjemput Patung Bunda Maria dalam rangkaian perarakan Festival Golo Koe 2026.
Ia juga menegaskan pentingnya semangat persaudaraan dan kekeluargaan lintas iman sebagai landasan dalam membangun kehidupan yang rukun dan harmonis, sebagai wujud nyata dari tema Festival Golo Koe 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan keramahan yang kami rasakan hari ini. Pertemuan ini menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dan kekeluargaan yang juga menjadi jiwa dari Festival Golo Koe 2026. Melalui kebersamaan ini, kita diajak untuk terus berjalan bersama, saling menjaga, dan merawat kehidupan, sehingga nilai-nilai persaudaraan dan kekeluargaan yang diwariskan oleh para leluhur tetap hidup di tengah masyarakat kita. Semoga perjumpaan hari ini semakin mempererat tali persaudaraan, memperkuat persahabatan, dan membawa sukacita bagi kita semua, terlebih melalui penyertaan Bunda Maria yang senantiasa hadir dan menyertai setiap langkah perjalanan kita,” ungkap Uskup Maksimus.
Sejalan dengan hal tersebut, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung mengatakan bahwa penyelenggaraan Festival Golo Koe tidak hanya memiliki makna spiritual dan budaya, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik pariwisata Labuan Bajo Flores melalui sinergi antara tradisi, masyarakat, dan pengembangan destinasi.
“Festival Golo Koe merupakan salah satu event strategis yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual dan budaya masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo Flores. Masuknya Festival Golo Koe dalam jajaran 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN) dalam dua tahun terakhir menjadi bukti bahwa event ini memiliki daya tarik dan kualitas yang diakui secara nasional. Melalui penyelenggaraan Festival Golo Koe 2026, kami melihat adanya penguatan sinergi antara tradisi, kepercayaan, dan pariwisata yang berjalan secara berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendorong diversifikasi destinasi dan pengalaman wisata, sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” kata Andhy.
Rangkaian perarakan Patung Maria Asumpta Nusantara di Paroki Lengko Cepang ditandai dengan pelaksanaan misa pembukaan Festival Golo Koe 2026 di Gereja Paroki St. Yosef Pekerja Lengko Cepang.
Misa dipimpin langsung oleh Uskup Mgr. Maksimus Regus. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Festival Golo Koe 2026, masyarakat dapat mengakses akun Instagram dan Facebook resmi Festival Golo Koe yakni @Festival_Golokoe serta laman website resmi Festival Golo Koe yakni https://festivalgolokoe.com. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










