ENDE, FLORESPOS.net-Produktivitas padi petani di Kabupaten Ende pada musim panen 2026 mengalami sedikit penurunan dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dirilis oleh instansi berwenang yaitu BPS, estimasi produktivitas padi di Kabupaten Ende mencapai rata-rata 4,5 ton per hektare. Angka ini didukung oleh total luas lahan tanam mencapai 3.521,65 hektare yang tersebar di berbagai wilayah.
Pada musim panen tahun 2025 lalu produktivitas padi petani di Ende mencapai rata- rata 5 ton perhektar.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ibrahim Gadir Dean kepada Florespos.net, Rabu (8/7/2026) lalu menyampaikan alasan produktivitas padi alami penurunan dari tahun sebelumnya.
Sebelumnya menyampaikan alasan penurunan produktivitas padi, Gadir menjelaskan tentang produktivitas padi dan produksi.
Dikatakannya produktivitas adalah kemampuan lahan pertanian memberikan hasil dan ukurannya adalah satuan hektar per ton.
Sedangkan produksi adalah total keseluruhan hasil. Misalnya di Kabupaten Ende ada enam ribu hektar menghasilkan sekitar 27 ribu ton padi.
Dikatakannya untuk standar nasional produktivitas yang ditetapkan adalah 6 ton perhektar. Ende belum mencapai standar nasional karena kendala yang dialami di area sentra produksi pada musim tanam (MT 1).
Kadis Pertanian Ende mengatakan penyebab atau pemicu produktivitas padi musim panen tahun ini menurun karena pada musim tanam (MT 1) periode Okmar ada serangan hama tikus di tempat persemaian yang berdampak pada pergeseran musim tanam.
Pergeseran musim tanam tersebut berdampak atau berpengaruh pada produktivitas saat musim panen.
“Musim tanam lalu, kita sempat alami gagal tanam karena ada serangan hama tikus di tempat persemaian maka musim tanam bergeser dan itu berpengaruh pada produktivitas”.
Ia menegaskan Ende tidak mengalami gagal panen tetapi gagal tanam akibat serangan hama tikus pada musim tanam (MT 1).
Pada tahun ini dengan adanya intervensi dari Kementrian Pertanian melalui bantuan Alsintan maka diharapkan bisa meningkatkan produksi dan produktivitas.
Gadir mengatakan saat ini untuk peningkatan produktivitas sudah dikawal langsung oleh penyuluh pertanian yang tersebar di setiap wilayah.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando









