Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI - FloresPos Net

Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ruben Cornelius Siagian

TERBITNYA ensiklik Magnifica Humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence karya Paus Leo XIV menandai babak baru dalam percakapan global tentang kecerdasan buatan.

Dokumen ini bukan sekadar nasihat religius bagi umat Katolik, melainkan intervensi moral terhadap arah peradaban digital. Ensiklik tersebut resmi dirilis Vatikan pada Mei 2026 dan menempatkan AI sebagai salah satu ujian terbesar bagi martabat manusia, kebenaran, kerja, kebebasan, dan perdamaian dunia.

Sudut pandang utama tulisan adalah bahwa Magnifica Humanitas perlu dibaca sebagai kritik terhadap peradaban teknokratis, yaitu peradaban yang terlalu percaya bahwa setiap masalah manusia dapat diselesaikan melalui efisiensi, komputasi, otomatisasi, dan kontrol data.

Baca Juga :  Antara Papan Tulis dan Piring Nasi: Realita Nasib Guru Swasta dan Tambahan Anggaran Badan Gizi Nasional

Dalam kerangka ini, AI bukan ditolak sebagai teknologi, tetapi diperingatkan agar tidak berubah menjadi sistem kekuasaan baru yang menggeser manusia dari pusat kehidupan sosial.

AI dan Paradigma Teknokratis

Paus Leo XIV tampaknya melanjutkan garis kritik yang sebelumnya kuat dalam pemikiran Paus Fransiskus, terutama kritik terhadap “paradigma teknokratis” dalam Laudato si’.

Namun, Magnifica Humanitas memperluas kritik itu ke dunia algoritma, model bahasa besar, otomasi kerja, senjata otonom, dan ekonomi data. AI dipandang bukan hanya sebagai alat teknis, tetapi sebagai struktur sosial yang dapat mengubah relasi kuasa.

Baca Juga :  Antara Lari 5 Menit, Slot Judol dan Etika Pejabat

Secara teoritis, pandangan ini sejalan dengan kritik Jacques Ellul tentang masyarakat teknologis, yaitu ketika teknik tidak lagi menjadi sarana, melainkan berubah menjadi logika dominan yang mengatur manusia (Ellul, 2021).

Ia juga dekat dengan gagasan Martin Heidegger tentang teknologi modern sebagai cara manusia “membingkai” dunia hanya sebagai sumber daya (Heidegger, 1954).

Dalam konteks AI, manusia berisiko dibaca bukan sebagai pribadi yang bermartabat, melainkan sebagai data, pola perilaku, target iklan, tenaga kerja murah, atau objek prediksi.

Di sinilah prinsip Doktrin Sosial Gereja. Martabat manusia, kebaikan bersama, solidaritas, subsidiaritas, dan tujuan universal barang-barang menjadi kriteria etis untuk menilai AI.

Berita Terkait

Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:51 WITA

Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:13 WITA

Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WITA

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:09 WITA

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA