Lamban, Penanganan Kasus Curi Kambing di Aeramo–‘Padahal Sudah Ada Terduga Pelaku dan Barang Bukti’ - FloresPos Net

Lamban, Penanganan Kasus Curi Kambing di Aeramo–‘Padahal Sudah Ada Terduga Pelaku dan Barang Bukti’

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Sejumlah warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mempertanyakan penanganan kasus pencurian kambing yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam kasus itu sudah ada 4 terduga yang tertangkap tangan dan barang bukti kambing curian. Warga menilai terlalu lamban.

“Bukti kambingnya sudah ada, orangnya juga sudah diamankan. Kenapa belum ditetapkan tersangka? Kami takut nanti dilepas,” tanya Ariel, seorang warga Desa Aeramo kepada Florespos.net, Jumat (31/7/2026).

“Kasus pencurian ternak di wilayah itu sudah meresahkan karena dalam 1 bulan terakhir ada beberapa laporan kambing hilang,” tambah Ariel.

Sementara tokoh masyarakat Desa Aeramo, Jek Mapa mendesak Polres Nagekeo agar lebih terbuka kepada publik terkait penanganan kasus dugaan pencurian kambing yang terjadi beberapa hari lalu.

“Masyarakat berhak tahu prosesnya. Keterbukaan informasi dari pihak kepolisian sangat penting agar masyarakat tidak berspekulasi,” katanya kepada Florespos.net, Jumat (31/7/2026).

Kata Jek Mapa, warga merasa resah dengan maraknya aksi pencurian ternak di Desa Aeramo dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :  Relawan Sahabat JSL Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana di Ende

“Kami meminta pihak kepolisian bisa terbuka kepada publik terkait penanganan kasus pencurian beberapa hari lalu yang terjadi di Aeramo. Biar masyarakat bisa tahu proses selanjutnya seperti apa,” ujarnya.

Jek Mapa menilai, selama ini warga hanya mendengar bahwa kasus masih “dalam penyelidikan”, tanpa ada update lanjutan. Padahal keresahan warga cukup tinggi.

“Jujur warga Aeramo sangat resah dengan aksi pencurian ternak beberapa bulan terakhir ini. Hampir tiap minggu ada laporan kambing hilang,” katanya.

Keresahan itu memuncak saat warga mengamankan 4 orang terduga pelaku pencurian kambing pada Selasa (28/7/2026) lalu. Hingga saat ini status hukum keempatnya belum ditetapkan.

Jek Mapa tidak hanya meminta penegakan hukum. Ia juga menekankan pentingnya efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.

“Efek jera itu tidak selamanya mereka harus di penjara. Melainkan mereka juga bisa berubah,” ujarnya.

Baca Juga :  Tunggu Tim Penyelam, Evakuasi KLM Yusril 01 di Pelabuhan Marapokot Dihentikan Sementara

Ia berharap, polisi bersama pemerintah desa, tokoh agama, dan keluarga bisa duduk bersama mencari solusi. Mulai dari proses hukum, pembinaan, hingga pendekatan kekeluargaan.

“Kalau hanya dipenjara lalu keluar mengulang lagi, sama saja. Tapi kalau ada pembinaan, ada efek jera, mungkin mereka bisa tobat dan tidak mengulangi,” tambahnya.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi Kamis (30/7/2026), Kasat Reskrim Polres Nagekeo IPTU Fajar E. Cahyono, S.H  membenarkan keempat terduga belum berstatus tersangka.

“Keempat terduga pelaku itu kita belum tetapkan tersangka. Kita masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan posisi hukum keempatnya saat ini. “Mereka tidak ditahan. Tapi kita hanya amankan saja,” katanya.

Keempat terduga yang diamankan, yakni VEP (22), AJM (17), UR (17), dan M (18). Mereka diamankan warga bersama barang bukti 1 ekor kambing betina pada Selasa (28/7/2026) sore di wilayah Dusun V dan IV, Desa Aeramo. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Pascagempa, Putri Pariwisata Indonesia Salurkan Bantuan Sembako dari Butik Levico ke Liselowobora-Ende
Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Bantu Alat Ekonomi Produktif–Dukung Kegiatan Kelompok Dua Desa di Flores Timur
Gitalisasikan Sampah, Pemkab Manggarai Barat Bentuk Bank Sampah G-Lingko
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo
Ngada Masuk Masa Transisi Pemulihan, Pemda Gelar Uji Publik Hasil Pendataan dan Verifikasi Kondisi Rumah Terdampak Gempa Flores
Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua
Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar
Berita ini 310 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:46 WITA

Wujud Kepedulian Pascagempa, Putri Pariwisata Indonesia Salurkan Bantuan Sembako dari Butik Levico ke Liselowobora-Ende

Kamis, 17 September 2026 - 18:55 WITA

Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Bantu Alat Ekonomi Produktif–Dukung Kegiatan Kelompok Dua Desa di Flores Timur

Kamis, 17 September 2026 - 16:52 WITA

Gitalisasikan Sampah, Pemkab Manggarai Barat Bentuk Bank Sampah G-Lingko

Kamis, 17 September 2026 - 11:01 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Rabu, 16 September 2026 - 18:59 WITA

Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo

Berita Terbaru