LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), melalu Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Mabar membentuk Bank Sampah G-Lingko. Kehadiran lembaga ini untuk menggitalisasikan semua sampah setempat.
Kepala DLHP Mabar, Vinsen Gande, mengatakan itu kepada media ini di Labuan Bajo baru-baru ini. Ia ditemani Bendahara Penerimaan instansi bersangkutan, Vinsensius Y. Madu yang akrab disapa Yoma.
Menurut Kadis Vinsen, Bank Sampah G-Lingko adalah pilot proyek DLHP Mabar, upaya menuju pengelolaan sampah yang lebih baik di Mabar.
Lembaga ini semacam roh model, mencari solusi tentang bagaimana proses bisnis sebuah bank sampah. Bagaimana pendekatan/edukasi masyarakat memilah sampah. Bagaimana caranya sampah itu bernilai ekonomi. Bagaimana masyarakat berlomba-lomba bawah sampahnya ke Bank Sampah G-Lingko, jual di situ jadi uang.
Tujuan kehadiran Bank Sampah G-Lingko yakni untuk mengajak masyarakat agar sadar akan kebersihan. Bahwa hidup dan lingkungan bersih itu sehat, bersih itu indah, sehat, nyaman. Jangan buang sembarangan sampah, buang pada tempatnya, ubah sampah jadi uang.
Harapannya, ke depan semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemkab Mabar memiliki Sub TPS (Tempat Pembuangan/Penampungan Sementara) sampah.
Masyarakat atau komunitas masyarakat di kabupaten ujung barat Flores itu juga diharapkan punya Sub TPS Bank Sampah. Induk dari sub-sub duknyaduk tetap di Bank Sampah G-Lingko yang berpusat di DLHP Mabar.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










