Sistim kerja Bank Sampah G-Lingko seperti sistim kerja bank. Pihak yang mau bergabung sistim customer. Sampah dari masyarakat/pihak manapun di Mabar membawah sampahnya di Bank Sampah G. Lingko, timbang di sana dan dapat uang, yang beli pihak yang berada di belakang Bank Sampah G-Lingko, yakni pengepul sampah.
Sampah-sampah yang dibeli pengepul, yakni jenis organik dan anorganik.
Kehadiran Bank Sampah G-Lingko juga untuk menggitalisasi semua sampah yang berguna/bernilai di Mabar, organik dan anorganik. Sampah-sampah itu semua tercatat secara degital.
Saat ini TPS sampah di Mabar, khusus di Labuan Bajo, antara lain di kawasan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Warloka dan di Waterfront.
Selain itu, desa di Mabar yang sudah bekerja sama dengan Bank Sampah G-Lingko/DLHP Mabar terkait yaitu Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo. Desa ini berada di Pulau Rinca. DLHP yang mendampinginya.
“Bank sampah G-Lingko dikelola seperti bank. Sampah organik dan anorganik di Manggarai Barat yang sudah timbang di Bank Sampah G-Lingko maupun di TPS-TPS akan dibeli mitra Pemerintah/DLHP Mabar yakni pengepul,” kata Kadis Vinsen.
“Kepanjangan G-Lingko adalah Gerakan Lingkungan Indah dan nyaman melalu gotong royong. Jadi rohnya semangat gotong royong,” sambungnya.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









