BORONG, FLORESPOS.net-Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari SEKAMI dan pendamping Paroki Tanggar Keuskupan Ruteng melaksanakan weekend di Stasi Ngari selama dua hari Sabtu-Minggu (1/8/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Anak-anak sebagai pelopor perlindungan anak di lingkungan keluarga, Gereja, sekolah, dan masyarakat”.
Kegiatan awal Sabtu (1/8/2026), diawali dengan sesi bertajuk “Mengenali Kekerasan terhadap Anak” yang difasilitasi oleh Ando Madias, Staf Pastoral Anak Keuskupan Ruteng.
Dalam sesi ini, para peserta diajak mengidentifikasi berbagai bentuk kekerasan yang mereka jumpai di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun melalui media sosial dan pemberitaan.
Dari diskusi tersebut terungkap bahwa anak-anak masih menemukan berbagai bentuk kekerasan, seperti kekerasan fisik, kekerasan verbal, perundungan (bullying), penelantaran, hingga kekerasan seksual yang semakin memprihatinkan.
Berangkat dari kenyataan tersebut, para peserta secara kreatif menyusun berbagai materi kampanye “Stop Kekerasan terhadap Anak” dalam bentuk poster, seruan, dan pesan-pesan singkat yang kemudian dipresentasikan kepada umat pada Perayaan Ekaristi hari Minggu.
Selanjutnya RD Benediktus Gaguk, Ketua Komisi Anak dan Remaja sekaligus Direktur KMKI Keuskupan Ruteng.
Melalui refleksi tentang manusia sebagai ciptaan Allah yang segambar dan serupa dengan-Nya, anak-anak diajak menyadari bahwa setiap pribadi memiliki martabat yang luhur, suci, dan berharga.
Karena itu, mereka dipanggil untuk menjaga identitas diri sebagai pribadi yang kudus dan bermartabat serta mengembangkan hidup dalam kasih kepada Tuhan, diri sendiri, sesama, orang tua, dan alam ciptaan.
Sesi ini ditutup dengan penyalaan api unggun sebagai simbol pembaruan semangat dan komitmen seluruh peserta untuk semakin mencintai Tuhan, mengasihi diri sendiri, menghormati orang tua, membangun persaudaraan dengan sesama, serta merawat alam ciptaan.
Memasuki hari kedua, Minggu (2/8/2026), seluruh peserta mengikuti Jalan Sehat Misioner yang dipadukan dengan aksi memungut sampah di sepanjang perjalanan sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang menghadirkan suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Puncak kegiatan adalah Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD Benediktus Gaguk.
Jadikan Keluarga sebagai Rumah yang Aman, Nyaman, Penuh kasih
Romo Beben dalam homilinya mengajak seluruh umat untuk bersama-sama memenuhi empat hak dasar anak, yaitu hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak partisipasi, serta hak memperoleh perlindungan.
Ia juga mengajak para orang tua untuk menjadikan keluarga sebagai rumah yang aman, nyaman, penuh kasih, dan bebas dari segala bentuk kekerasan sehingga anak-anak dapat bertumbuh secara utuh.
Usai Perayaan Ekaristi, anak-anak SEKAMI menyampaikan hasil refleksi mereka di hadapan umat. Dengan penuh keberanian, mereka memaparkan berbagai bentuk kekerasan yang masih dialami dan disaksikan anak-anak.
Mereka juga menyampaikan harapan agar para orang tua semakin mengasihi, mendampingi, dan mendukung proses tumbuh kembang mereka, termasuk dalam bidang pendidikan. Momen tersebut ditutup dengan seruan bersama antara anak-anak, orang tua, dan seluruh umat: “Stop Kekerasan terhadap Anak!”
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengikuti Kelas Minat dan Bakat yang difasilitasi oleh Tim SEKAMI Stasi Nggari.
Dalam sesi ini, anak-anak belajar seni tari dan bermain teater sebagai ruang untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil di depan umum, kemampuan bekerja sama, serta mengasah talenta yang telah Tuhan anugerahkan.
Kesan Mendalam Peserta
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta maupun umat. Tince Jelita, Pendamping SEKAMI Stasi Wae Pac mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, Weekend SEKAMI bukan hanya menjadi momen perjumpaan antaranak dan para pendamping, tetapi juga memperkuat komitmen mereka untuk terus mendampingi anak-anak dengan penuh kasih.
Ia berharap setiap kegiatan SEKAMI senantiasa menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat bertumbuh dengan baik dalam iman dan kehidupan mereka.
Senada disampaikan Getrudis Nasar, umat Stasi Nggari. Ia mengaku tersentuh ketika mendengarkan anak-anak menyampaikan harapan mereka di hadapan umat setelah Perayaan Ekaristi.
Baginya, suara anak-anak menjadi pengingat bagi setiap orang tua akan tanggung jawab untuk mengasuh mereka dengan kasih dan memenuhi hak-hak dasar mereka.
Meski menyadari adanya berbagai keterbatasan, ia berharap setiap keluarga tetap berupaya memberikan yang terbaik agar anak-anak dapat bertumbuh menjadi pribadi yang baik, rajin belajar, serta memiliki masa depan yang cerah.
Sementara itu, Lina, salah seorang anggota SEKAMI Stasi Nggari, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Baginya, Weekend SEKAMI menjadi kesempatan untuk berjumpa, saling mengenal dengan teman-teman dari stasi lain, sekaligus semakin memahami hak-hak dasar anak.
Ia juga merasa bahagia karena anak-anak diberi ruang untuk menyampaikan suara dan harapan mereka di hadapan orang tua serta seluruh umat.
Lina berharap semua keluarga, masyarakat, Gereja, dan siapa pun yang berjumpa dengan anak-anak semakin bersama-sama melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan.
Melalui Weekend SEKAMI ini, Paroki Tanggar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Gereja yang semakin berpihak kepada anak.
Anak-anak tidak hanya dipandang sebagai penerima pelayanan pastoral, tetapi juga sebagai pelaku misi yang mampu menjadi pelopor dalam mewartakan kasih, memperjuangkan hak-hak anak, serta membangun budaya tanpa kekerasan demi terwujudnya keluarga, Gereja, dan masyarakat yang aman, ramah, dan penuh kasih bagi setiap anak. *
Penulis : Albert Harianto
Editor : Wentho Eliando










