MBAY, FLORESPOS.net-Pemberitaan penangkapan 4 pemuda terduga pencuri kambing di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, memicu bantahan dari keluarga.
Rut Farida Edo ibu dari VEP (22) dan UR (17), seorang Guru SD berstatus ASN di salah satu SD di Kecamatan Aesesa, menilai berita Florespos.net, edisi Selasa (28/7/2026) tidak benar atau “hoax”.
Bantahan itu disampaikan Rut kepada Florespos.net melalui pesan WhatsApp, Selasa (28/7/2026) malam. “Anak saya dipaksa mengaku karena dipukul masa”
Rut menyebut, anaknya UR (17) menjadi korban pengeroyokan. Ia menduga anaknya dipaksa mengaku di hadapan warga.
“Putranya itu dipaksa untuk mengaku terpaksa karena dipukul masa,” kata Rut.
Menurutnya, kejadian awalnya bukan soal kambing. Warga disebut menuduh anaknya mencuri babi, bukan kambing.
“Saksi Marfel, Tio, Alva kawan mereka yang curi sama-sama itu sudah ngaku,” kata Rut.
Rut juga menyayangkan pemberitaan yang hanya menyorot kasus anaknya.
“Kenapa kasus korupsi, penggelapan tidak di berita. Kenapa kasus pencurian yang lain tidak diviralkan? Kenapa cuman anak saya yang diviralkan?” ujarnya.
Dasar Penilaian “Hoax” dan Kondisi Anak
Ketika ditanya dari mana ia menilai berita itu hoax, Rut menjawab berdasarkan keterangan dari Marfel, Tio, dan Alva. Mereka disebut mengaku ikut mencuri dan menyatakan UR (17) dipaksa mengaku agar tidak dipukul masa.
Florespos.net kemudian bertanya apakah ibu sudah menanyakan langsung kepada UR. Rut menjawab belum. Alasannya, anaknya saat ini sakit karena dianiaya masa saat penangkapan.
UR Ngaku Saat Diinterogasi Polisi
Berbeda dengan pengakuan UR di hadapan aparat. Rut mengaku keempat terduga pelaku pencuri kambing itu selalu tidur di rumahnya bersama dengan anaknya.
Ditanya VEP itu anaknya ibu. Ia membenarkan. VEP juga di paksa untuk mengaku.
“VEP dan AJM itu mereka ada cari rumput kambing. mereka di tuduh curi kambing. Karena takut di pukul mereka terpaksa mengaku,” ujarnya.
Kepada Florespos.net, Selasa (28/7/2026) di Mapolres Nagekeo dan disaksikan petugas, UR (17) mengaku bahwa dirinya dipukul masa.
Namun kronologinya berbeda. UR menyebut ia dipukul saat hendak mengantar pulang kambing hasil curian pada Selasa malam lalu di wilayah Flora, Desa Aeramo.
“Niat antar pulang karena ada orang yang melihat mereka curi kambing orang. Dari situ masa melihat dia lalu tangkap dan dikeroyok masa,” ujar UR saat itu.
Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Hingga berita ini diturunkan, Polres Nagekeo telah mengamankan 4 orang terduga pelaku: VEP (22), AJM (17), M (18) dan UR (17) beserta barang bukti 1 ekor kambing.
Kanit Pamapta III Aipda Ismail sebelumnya membenarkan adanya penangkapan berdasarkan laporan warga RT 33 Dusun V, Desa Aeramo. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando









