Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan - FloresPos Net

Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

SEJAK Selasa sore, 28 Juli 2026, areal sekitar Taman Kota Taman Kota Felix Fernandez Larantuka, Flores Timur, mulai terasa berbeda. Di lokasi ini, Pemda Flores Timur dan masyarakat kembali bersiap menyambut Festival Bale Nagi 2026 yang akan digelar pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Tahun ini, perhelatan budaya tahunan tersebut mengusung tema “Milenial Keru-Baki, Torang Semua Basudara”. Pesan yang hendak disampaikan bermuara pada persaudaraan dan kebersamaan. Tema ini hadir sebagai respons atas tantangan zaman yang semakin mengikis nilai-nilai tradisional dalam kehidupan bermasyarakat.

Ungkapan Keru-Baki berasal dari kearifan lokal masyarakat Lamaholot yang mendiami wilayah Flores Timur, Adonara, dan Solor. Dalam tradisi Lamaholot, Keru-Baki mengandung makna persaudaraan yang erat dan ikatan kekeluargaan yang kuat.

Frasa “kaka keru ari baki” atau “kita bersaudara” menjadi dasar filosofis yang mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat Lamaholot. Nilai ini mengajarkan bahwa setiap individu terikat dalam satu hubungan kekerabatan yang harus dijaga dan dipelihara.

Baca Juga :  Kekayaan Alam dan Ancaman Kedaulatan

Generasi milenial menjadi sasaran utama tema ini. Mereka memegang peran strategis sebagai penerus warisan budaya leluhur. Mereka memiliki tanggung jawab sebagai motor penggerak dalam menjaga dan melestarikan budaya. Semangat Keru-Baki mengajak mereka untuk tetap mempertahankan ikatan persaudaraan di tengah derasnya arus modernisasi dan individualisme yang melanda masyarakat.

Dalam konteks kehidupan berdemokrasi, nilai Keru-Baki berfungsi sebagai perekat hubungan sosial menjadi filosofi yang memperkuat posisi demokrasi. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa perbedaan pandangan politik, persaingan dalam kontestasi, dan beragam dinamika sosial sering kali memicu retaknya hubungan pertemanan dan persaudaraan.

Di sinilah semangat Keru-Baki berperan penting untuk mengingatkan bahwa perbedaan tidak boleh memutuskan tali persaudaraan yang telah terjalin sejak lama. Masyarakat Lamaholot percaya bahwa persaudaraan harus tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan pandangan atau pilihan.

Baca Juga :  Seratus Usaha Kecil Menengah Meriahkan Festival Bale Nagi 2025

Tagline ‘Torang Semua Basudara’ yang berarti ‘kita semua bersaudara’ mempertegas pesan inklusivitas dan persatuan. Ungkapan ini mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Flores Timur.

Setiap orang dianggap sebagai saudara yang saling mengasihi, menerima, dan menolong. Nilai ini selaras dengan prinsip gelekat (pengabdian untuk kebaikan bersama) dan gemohing (gotong royong) yang juga menjadi bagian integral dari budaya Lamaholot.

Festival Bale Nagi 2026 akan menghadirkan berbagai aktivitas yang mencerminkan semangat Keru-Baki. Pameran ekonomi kreatif, job fair, street fashion show, ritus api, pentas seni, atraksi budaya, lomba melukis dan mewarnai, fam trip, colour fun run, peluncuran ‘Fantastic East Flores Award’ (FEFA), hingga pertunjukan musik menjadi wahana bagi generasi milenial untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Melalui kegiatan-kegiatan ini, para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga diharapkan untuk membangun jaringan persaudaraan dan kebersamaan.

Berita Terkait

Mewaspadai Solidaritas yang Berlapis Untung
Merdeka di Tanah Bergetar
Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar
Kilas Balik Konflik Sepak Bola NTT: Keamanan Semua Pihak Harus Menjadi Prioritas
Pendidikan dan Kemerdekaan: Menemukan Kembali “Rumah Bangsa” di Usia ke-81
Kontroversi Gol Persami vs BMP Flores Timur: Saat Sepak Bola NTT Diuji oleh Karakter Pertandingan
Angkutan Pelajar Aman (APA): Menjaga Keselamatan Siswa, Menghidupkan Angkutan Pedesaan Kabupaten Magelang
Soeratin Cup 2026 NTT: Menjaga Marwah Kompetisi dan Masa Depan Sepak Bola Muda
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:34 WITA

Mewaspadai Solidaritas yang Berlapis Untung

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Merdeka di Tanah Bergetar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:50 WITA

Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Kilas Balik Konflik Sepak Bola NTT: Keamanan Semua Pihak Harus Menjadi Prioritas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Pendidikan dan Kemerdekaan: Menemukan Kembali “Rumah Bangsa” di Usia ke-81

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Korban Gempa Flores, Manggarai Barat 2 Meninggal, 21 Cedera

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:59 WITA