Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan - FloresPos Net - Page 2

Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelestarian nilai Keru-Baki di era milenial menuntut pendekatan yang kreatif dan inovatif. Generasi muda perlu menemukan cara-cara baru untuk menghidupkan nilai tradisional ini tanpa kehilangan esensinya.

Teknologi digital, media sosial, dan berbagai platform modern dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan semangat persaudaraan kepada khalayak yang lebih luas. Namun, penggunaan teknologi harus tetap disertai dengan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai luhur yang ingin dilestarikan.

Masyarakat Lamaholot juga mengenal prinsip ‘keloho helo rera wulan galan’ yang berarti hidup dalam kebenaran dan kejujuran. Prinsip ini melengkapi nilai Keru-Baki dengan menekankan pentingnya integritas dalam membangun persaudaraan. Persaudaraan yang sejati tidak dapat dibangun di atas dasar kebohongan atau ketidakjujuran. Generasi milenial perlu menginternalisasi nilai ini agar persaudaraan yang dibangun bersifat autentik dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Perpustakaan, Literasi dan Transformasi Sosial

Dengan ini, Festival Bale Nagi 2026 menjadi momentum tepat untuk merefleksikan kembali makna persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah tantangan globalisasi, konflik horizontal, dan polarisasi sosial, nilai Keru-Baki menawarkan solusi untuk memperkuat kohesi sosial. Semangat ini mengingatkan bahwa pada akhirnya, semua manusia adalah saudara yang perlu saling menghormati dan menghargai.

Melampaui fungsi seremonial sebagai panggung promosi wisata dan perayaan budaya, Festival Bale Nagi 2026 diharapkan hadir sebagai sebuah panggilan nurani bagi seluruh elemen masyarakat.

Tema “Milenial Keru-Baki, Torang Semua Basudara” mengetuk hati generasi muda untuk merajut kembali simpul-simpul persaudaraan yang menjadi fondasi kokoh kehidupan sosial masyarakat Lamaholot.

Baca Juga :  Ketimpangan yang Membunuh

Di tengah hiruk-pikuk zaman, semangat ini mengajak anak muda untuk berdiri tegak merawat warisan leluhur, sembari memastikan bahwa ikatan kekerabatan tetap hidup dan berdenyut nadi di setiap langkah peradaban mereka.

Dengan menghidupkan api Keru-Baki dalam keseharian, generasi milenial sesungguhnya sedang membangun peradaban yang harmonis dan berkeadilan. Semangat persaudaraan ini menegaskan bahwa keberagaman bukanlah jurang pemisah, melainkan mozaik indah yang memperkaya khazanah kemanusiaan.

Ketika perbedaan dirayakan sebagai anugerah dan kekayaan bersama, tanah Lamaholot akan bersinar sebagai ‘rumah besar’ yang memayungi semua anak bangsa dalam satu pelukan kekeluargaan yang tulus. *

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores
Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP
Bencana, Apakah Membawa Berkah?
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 17:01 WITA

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

Sabtu, 12 September 2026 - 12:58 WITA

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Jumat, 11 September 2026 - 16:23 WITA

Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem

Kamis, 10 September 2026 - 19:11 WITA

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

Berita Terbaru