Perpustakaan, Literasi dan Transformasi Sosial - FloresPos Net

Perpustakaan, Literasi dan Transformasi Sosial

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 13:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

DALAM perspektif sosiologi pendidikan, gagasan yang diusung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, tentang perpustakaan sebagai “rumah kedua” bagi ASN dan masyarakat, mengandung kedalaman makna yang menembus batas retorika literasi biasa.

Perpustakaan ia posisikan bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai ruang sosial tempat individu memperkaya modal intelektual dan membangun habitus keilmuan yang relevan secara sosial.

Di sinilah perpustakaan menjadi medium penting dalam proses sosialisasi pendidikan formal dan nonformal, sebuah habitat keilmuan tempat nilai-nilai kolektif, sikap reflektif, dan cara berpikir kritis diinternalisasi secara lintas generasi.

Gagasan visioner ini ia sampaikan pada Rabu, 23 Juli 2025, dalam momen penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kemenag Flores Timur, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, serta PGRI Flores Timur, sebuah kolaborasi yang menandai lahirnya gerakan literasi lintas lembaga demi menciptakan komunitas pembelajar yang reflektif dan inklusif.

Baca Juga :  Bupati Ngada Motivasi Mahasiswa Uniflor Jadi Pemimpin Harus Miliki Integritas

Pierre Bourdieu melihat perpustakaan sebagai arena produksi dan reproduksi modal kultural yang memberikan legitimasi intelektual melalui akses terhadap pengetahuan terinstitusionalisasi. Buku-buku yang tersedia bukan hanya sumber informasi, tetapi juga simbol otoritas budaya yang memperkuat posisi sosial pembacanya.

Ketika ASN, guru, dan masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, mereka tidak hanya menyerap pengetahuan, tetapi juga memperkuat habitus akademik yang dibutuhkan dalam pelayanan publik.

Namun, Bourdieu juga menekankan bahwa pada umumnya modal kultural tidak terdistribusi secara merata. Oleh karena itu, perpustakaan harus aktif menghapus sekat-sekat eksklusivitas dan menjadi ruang yang ramah bagi kelompok semua kelompok masyarakat.

Baca Juga :  NTT Darurat Human Trafficking: Ketika Manusia Dijadikan Komoditas

Gagasan Babaputra tentang penempatan 200 judul buku secara terbuka di ruang layanan terpadu bukanlah langkah simbolik, melainkan tindakan nyata untuk memperluas akses terhadap modal kultural secara demokratis.

Dalam kerangka pemikiran Emile Durkheim, pendidikan adalah mekanisme sosial untuk menginternalisasi norma dan nilai kolektif.

Dalam konteks ini, perpustakaan tampil sebagai institusi moral yang membentuk solidaritas sosial di antara para ASN, guru, penyuluh agama, dan masyarakat luas. Bacaan yang disediakan tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga menjadi medium diskusi yang memperkuat kohesi sosial.

Berita Terkait

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Berita ini 273 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

Senin, 7 September 2026 - 08:03 WITA

Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Berita Terbaru