BAJAWA, FLORESPOS.net-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) resmi mulai beroperasi di Late, Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada pada Selasa (2/6/2026). Sebelumnya rumah sakit milik Pemerintah Daerah ini beroperasi di Jalan Diponegoro, Bajawa.
Hari pertama pelayanan RSUD Bajawa di Late itu, banyak pasien antusias dan mengaku bahagia. Selain tempatnya nyaman, pasien juga mengaku senang karena tersedia empat loket sehingga pelayanan terasa cepat.
“Saya pasien sakit gigi. Saya bahagia dan puas karena ada 4 loket pelayanan sehingga tidak lama menunggu penanganan,” ungkap Kornelia Lapeng, salah satu pasien dari Kecamatan Wolomeze, Selasa (2/6/2026).
Selain pasien, di hari pertama pelayanan, RSUD Bajawa di Late juga mendapat kunjungan langsung dari Anggota DPRD Ngada Atanasius H.Watungadha.
Ati Watungadha sapaan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Ngada itu mengatakan kehadiran RSUD Bajawa di Late merupakan hasil dari Rapat Dengar Pendapat antara DPRD dengan Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Bajawa. Saat itu disampaikan, untuk pelayanan Rawat Jalan dimulai Selasa, 2 Juni 2026.
Sebelumnya, katanya, Direktur RSUD Bajawa menginformasi bahwa pembenahan dengan memindahkan semua peralatan dan dokumen Rawat Jalan di Late dilaksanakan pada waktu liburan beberapa hari terakhir.
“Ini kunjungan inisiatif dari saya sebagai anggota DPRD Ngada. Saya kunjung hari pertama ini untuk menemui pasien, petugas dan masyarakat. Sehingga dirinya saya punya referensi apabila ada kendala yang perlu dicari jalan keluarnya,” jelas Ati Watungadha.
Dia mengaku dalam kunjungan itu bertemu juga dengan sejumlah pasien. Pasien yang ditemui umumnya senang karena lebih nyaman dan tidak lagi harus berdesak seperti di Gedung RSUD Bajawa yang lama.
Selain kenyamanan pelayanan, kata dia, masih banyak juga yang harus dibenahi secara bersama. Tidak hanya sarana dan prasarana dalam Rumah Sakit Late tetapi sarana penunjang lainnya, katanya
Beberapa hal yang perlu dibenahi dan mendapat perhatian. Kata dia, jalur jalan menuju RSUD di Late dari beberapa arah terutama di melewati Bobou-Kantor PU-Wolobaja-Ogi-Late serta akses alternatif lainnya.
“Dengan adanya aktifitas ini berharap bisa memacu Dinas PU, Dinas Perhubungan dan Dinas terkait lainnya untuk sama-sama membenahi yang kurang. Bisa didorong pada APBD Perubahan karena APBD Induk 2026 tidak ada anggaran yang dialokasikan,” kata Ati Watungadha.
“Jalan dalam kompleks Rumah Sakit juga perlu dibenahi seperti menuju ruangan Manajemen, UGD dan Poliklinik,” tambah dia.
Terkait keluhan warung di seputaran Rumah Sakit, Ati Watungadha mengaku mendapat Informasi akan disiapkan tempat khusus untuk warung atau Kantin di kompleks Rumah Sakit dan sudah ada yang mendaftar.
Ati Watungadha mengapresiasi Staf Manajemen, Dokter dan Paramedis RSUD Bajawa yang sangat sigap menyiapkan segala sesuatu terkait pengoperasian Rawat Jalan tersebut. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










