Perpustakaan, Literasi dan Transformasi Sosial - FloresPos Net - Page 2

Perpustakaan, Literasi dan Transformasi Sosial

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 13:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akan tetapi, Durkheim juga menegaskan pentingnya keberlanjutan struktur dan sistem yang menopang fungsi pendidikan. Oleh karena itu, kerja sama lintas lembaga yang digagas oleh Kemenag Flores Timur perlu dikawal secara konsisten agar perpustakaan benar-benar menjadi sistem yang hidup dan berdaya guna, bukan sekadar simbol retoris.

Lebih jauh, transformasi sosial melalui literasi dapat dipahami melalui gagasan Selo Soemardjan, yang menyebut bahwa perubahan sosial terjadi ketika terjadi pergeseran nilai, sikap, dan pola perilaku dalam lembaga-lembaga masyarakat.

Perpustakaan dapat menjadi agen perubahan sosial jika berhasil menggeser kebiasaan dari budaya lisan menuju budaya literasi, dari konsumsi informasi pasif ke produksi pengetahuan aktif. Namun untuk tujuan mulia ini, tantangan terbesarnya adalah menjadikan perpustakaan relevan dan menarik bagi masyarakat yang belum terbiasa membaca.

Di titik ini, pendekatan berbasis inklusi sosial seperti yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional dan Bappenas menjadi strategi penting untuk menjangkau kelompok marginal dan menciptakan transformasi yang adil dan berkelanjutan.

Baca Juga :  SVD: Dari Logos Menuju ‘Filosof Praksis’

Dalam catatan Dian Sinaga, dosen Universitas Padjadjaran, peran strategis perpustakaan umum sebagai agent of change dalam peningkatan produktivitas, moral, dan intelektualitas masyarakat perlu jadi sisipan dalam implementasi program ini.

Menurutnya, perpustakaan harus mampu mengubah masyarakat dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dan dari bisa menjadi lebih terampil. Namun, ia mengingatkan bahwa koleksi pustaka harus disesuaikan dengan konteks lokal agar betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks Flores Timur, hal ini menjadi peluang besar: ketika guru dan penyuluh agama mulai merangkai gagasan dan pengalaman mereka ke dalam buku, mereka tak sekadar menjadi pembaca, tetapi produsen pengetahuan yang mengangkat identitas intelektual lokal sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Uto Wata, Cermin Peradaban dan Panggilan Merawat Alam

Gagasan Yosef Aloysius Babaputra tentang perpustakaan sebagai “rumah kedua” menyalakan obor transformasi sosial dan pendidikan di tengah denyut masyarakat kontemporer.

Ruang baca ini tak sekadar menjadi tempat menyimpan buku, melainkan ekosistem hidup tempat bertemunya modal kultural, solidaritas sosial, dan praktik literasi lintas generasi. Seperti yang ditegaskan Pierre Bourdieu, perpustakaan adalah ruang legitimasi intelektual yang menanamkan identitas budaya melalui interaksi dengan teks.

Emile Durkheim pun menempatkannya sebagai institusi moral yang mengukuhkan nilai kolektif dalam masyarakat. Ketika perpustakaan dimaknai sebagai arena tumbuh bersama, ia menjelma bukan hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi sebagai simpul perubahan yang menyatukan keberagaman dalam visi yang berorientasi kemajuan.

Berita Terkait

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Berita ini 273 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

Senin, 7 September 2026 - 08:03 WITA

Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Berita Terbaru