Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif - FloresPos Net

Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Data dari Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Tenaga Kerja,Koperasi dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2023 menyebutkan jumlah koperasi di NTT sebanyak 4.295 koperasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.343 koperasi aktif dan sisanya 952 statusnya tidak aktif dimana jumlah total aset seluruh koperasi di NTT di tahun 2023 sebanyak Rp12,5 triliun.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengakui jumlah aset koperasi di NTT totalnya mencapai Rp10 triliun lebih dimana nilai tersebut setara dengan sekitar setengah aset BPD NTT.

“Angka ini menunjukkan bahwa koperasi memiliki peran yang sangat besar dalam perekonomian daerah.Namun masih banyak yang bergerak di sektor simpan pinjam atau koperasi kredit,” sebut Laka Lena, Jumat (29/5/2026).

Laka Lena menyayangkan hal ini padahal aset, potensi, anggota, dan pengurusnya sangat besar sehingga ia berharap koperasi di NTT mulai melompat lebih jauh dengan masuk ke sektor produktif.

Baca Juga :  Gedung SDK Nggolonio Kabupaten Nagekeo Terbakar

Dirinya menyebutkan saat ini daerah tidak bisa terus bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat sebab adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Persoalan terbesar kita sebenarnya adalah defisit perdagangan NTT yang mencapai Rp51 triliun. Artinya, uang masyarakat NTT banyak keluar daerah karena barang-barang yang dibeli berasal dari luar NTT dan tidak berputar di daerah sendiri,” ungkapnya.

Laka Lena mengharapkan koperasi di NTT ikut masuk ke sektor produktif supaya bisa menekan defisit perdagangan tersebut dan uang masyarakat akan berputar di daerah.

Dengan begitu kata dia, perekonomian lokal menjadi lebih kuat dan masyarakat di Provinsi NTT akan memiliki daya beli yang lebih baik.

Baca Juga :  Wabup Sikka Tegaskan Lima Hal Saat Apel ASN

Lanjutnya, banyak wilayah di NTT termasuk di Kabupaten Sikka, masyarakat masih membeli berbagai kebutuhan dari luar daerah, seperti sabun, pasta gigi, sampo, minyak goreng, hingga air minum dalam kemasan.

“Saya berharap koperasi mulai memproduksi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan merek lokal,” pungkasnya.

Data menyebutkan, Kota Kupang memiliki jumlah koperasi terbanyak berjumlah 633 koperasi disusul Provinsi NTT sebanyak 425 koperasi serta Kabupaten Kupang 395 dan Flores Timur 206 koperasi.

Jumlah koperasi terbanyak berikutnya ditempati oleh Kabupaten Rote Ndao sebanyak 203 koperasi, Kabupaten Sikka sebanyak 190 koperasi serta Kabupaten Ende sejumlah 187 koperasi.

Sementara untuk jumlah aset, Provinsi NTT menempati posisi pertama dengan jumlah aset sebesar Rp6,3 triliun serta Kabupaten Sikka sebanyak Rp2,35 triliun serta Kabupaten Ngada sebesar Rp1,39 triliun. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

29 Tim Berlaga di Turnamen Sepak Bola Mini Watutura II U-12
SMPK Tri Bhakti Reo Masuk 10 Besar TKA 2026 Manggarai, Dua Siswa Raih 90.00 Bahasa Indonesia
Berawal Dari SPK Lela, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Hadir dengan Tiga Program Studi Unggulan
Lulusan Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Langsung Diterima Bekerja Hingga ke Luar Negeri
Kondisi Infrastruktur di Riung Barat Masih Jauh dari Layak–Jalan Wangka-Marunggela Rusak Parah
HUT 25 Tahun, STIPAS KAK Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
90 Petani Flores Timur Bertolak ke Soe–Pergi Belajar Praktek Baik Pengembangan Holtikultura
Nando Watu Sebut Pemdes Niowula Abaikan Mekanisme, Desak Cari Lahan Lain untuk KDMP
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:51 WITA

29 Tim Berlaga di Turnamen Sepak Bola Mini Watutura II U-12

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:01 WITA

SMPK Tri Bhakti Reo Masuk 10 Besar TKA 2026 Manggarai, Dua Siswa Raih 90.00 Bahasa Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:13 WITA

Berawal Dari SPK Lela, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Hadir dengan Tiga Program Studi Unggulan

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:01 WITA

Lulusan Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Langsung Diterima Bekerja Hingga ke Luar Negeri

Senin, 8 Juni 2026 - 20:37 WITA

HUT 25 Tahun, STIPAS KAK Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Nusa Bunga

29 Tim Berlaga di Turnamen Sepak Bola Mini Watutura II U-12

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:51 WITA