Sensus Ekonomi 2026: Menata Arah Perekonomian Kabupaten Ende Berbasis Data - FloresPos Net

Sensus Ekonomi 2026: Menata Arah Perekonomian Kabupaten Ende Berbasis Data

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rahmawaty

SENSUS Ekonomi adalah kegiatan pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun yakni pada tahun-tahun yang berakhiran angka 6 (1986, 1996, 2006, 2016, dan 2026).

Data yang dihasilkan berguna untuk mendukung perencanaan dan keputusan strategis, memotret tren perekonomian terkini, serta membantu pelaku usaha mengidentifikasi peluang dan tantangan bisnis.

Momentum ini menjadi penting untuk memotret arah perkembangan ekonomi daerah sekaligus menyusun kebijakan pembangunan berbasis data.

Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang berlangsung bulan Mei hingga Agustus 2026 akan mendata seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga besar, baik konvensional maupun digital, guna memperoleh gambaran utuh struktur ekonomi Indonesia hingga tingkat daerah.

Tantangan besar mendata usaha digital saat ini adalah makin maraknya usaha online rumahan yang tidak tampak dari luar dan tidak memiliki plang secara fisik sehingga BPS pada Sensus Ekonomi tahun ini menggunakan metode door to door.

Melalui pendataan sensus ekonomi, pemerintah dapat mengetahui jumlah, karakteristik, skala, serta persebaran usaha di setiap wilayah. Pemerintah daerah dapat memanfaatkan data Sensus Ekonomi sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan perekonomian dan mendorong peningkatan potensi sektor-sektor ekonomi.

BPS melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mendukung dan berpartisipasi aktif dalam SE2026. Dukungan dari semua pihak terutama pelaku usaha akan sangat berarti bagi keberhasilan sensus ekonomi.

Data yang benar dan lengkap akan menentukan arah ekonomi ke depan.

Perkembangan Sensus Ekonomi

Hasil Sensus Ekonomi Tahun 2016 (SE2016) di Kabupaten Ende menunjukkan bahwa dari 31.878 usaha atau perusahaan yang tercatat, sebanyak 31.758 atau sekitar 99,6 persen merupakan Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Sisanya merupakan Usaha Menengah dan Besar.

Persentase Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang besar ini menunjukkan bahwa Usaha Mikro dan Kecil (UMK) merupakan tulang punggung utama dan motor penggerak roda ekonomi.

Baca Juga :  Politik Dinasti, Apa Kabar Demokrasi?

Temuan SE2016 menjadi titik awal memahami struktur ekonomi Ende. Namun, setelah satu dekade berlalu, muncul pertanyaan penting: bagaimana wajah perekonomian Kabupaten Ende saat ini?

Dalam satu dekade terakhir, dinamika ekonomi Kabupaten Ende menunjukkan perkembangan yang cukup nyata, terutama pada sektor perdagangan, akomodasi, serta penyediaan makan dan minum.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ende mengalami percepatan yang signifikan sebesar 5,58 persen pada tahun 2025. Angka ini meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 yang sebesar 4,01 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat ini menunjukkan bahwa aktivitas perekonomian di Ende terus berkembang. Aktivitas ekonomi mengalami ekspansi dan semakin produktif.

Dari 17 lapangan usaha ekonomi yang ada, sebanyak 15 lapangan usaha mengalami pertumbuhan yang positif, sementara 2 lapangan usaha mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif.

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif diatas 10 persen diantaranya Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 14,33 persen; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,82 persen; Industri Pengolahan sebesar 10,82 persen; Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 10,44 persen.

Penopang utama struktur ekonomi Kabupaten Ende masih didominasi oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Perdagangan Besar dan Eceran; serta Administrasi Pemerintahan. Sektor Pertanian tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi 31,76 persen.

Kontribusi Sektor Perdagangan mengalami ekspansi konsisten dan meningkat menjadi 16,79 persen pada tahun 2025 dan menjadikannya mesin pertumbuhan baru bagi ekonomi daerah.

Kontribusi Sektor Administrasi Pemerintahan pada tahun 2025 sebesar 9,10 persen. Angka ini mencerminkan semakin besarnya andil belanja dan aktivitas pemerintah dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Perubahan pola usaha yang terjadi dalam satu dekade terakhir juga menunjukkan semakin berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis teknologi dan jasa. Kehadiran usaha digital, pemasaran berbasis media sosial, hingga transaksi elektronik menjadi fenomena baru yang turut membentuk wajah perekonomian daerah. Oleh karena itu, keberadaan data yang akurat mengenai usaha-usaha tersebut menjadi sangat penting agar potensi ekonomi baru dapat terpetakan secara menyeluruh.

Baca Juga :  Menanti Visi Ekonomi Nasional Calon Presiden

Tidak hanya bagi pemerintah, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha. Data yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam melihat peluang pasar, mengenali tren usaha yang berkembang, serta memahami tantangan ekonomi yang dihadapi di tingkat daerah maupun nasional. Dengan demikian, sensus ekonomi tidak sekadar kegiatan pendataan, melainkan investasi informasi untuk masa depan pembangunan ekonomi yang lebih terarah.

Kabupaten Ende memiliki berbagai potensi ekonomi yang terus berkembang, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, hingga industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.

Potensi tersebut membutuhkan dukungan kebijakan yang tepat agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Di sinilah pentingnya data sensus ekonomi sebagai landasan pengambilan keputusan yang tepat sasaran.

Karena itu, keterbukaan dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya para pelaku usaha, menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus merupakan kontribusi nyata dalam membantu menyusun arah pembangunan ekonomi Kabupaten Ende di masa mendatang.

Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk menjawab ke mana arah perekonomian Kabupaten Ende bergerak. Data yang akurat dan partisipasi aktif pelaku usaha akan menjadi fondasi dalam merancang kebijakan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan tepat sasaran.

Karena itu, keberhasilan sensus ekonomi bukan hanya tugas BPS, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan ekonomi Ende yang lebih baik. Mari Bersama Sukseskan Sensus Ekonomi 2026.*

Penulis Adalah, Statistisi BPS Kabupaten Ende

Berita Terkait

Panggung Global dan Pergeseran Kekuasaan (Catatan Singkat Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026)
Tiktok Bukan Dokter: Bahaya Self dari Media Sosial
Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah
Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan
Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia)
Krisis sebagai Penggerak Transformasi
Republik Lapar, Pejabatnya Kenyang: Korupsi Sudah Jadi Lauk Wajib
Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:10 WITA

Panggung Global dan Pergeseran Kekuasaan (Catatan Singkat Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026)

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:18 WITA

Tiktok Bukan Dokter: Bahaya Self dari Media Sosial

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:49 WITA

Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah

Senin, 8 Juni 2026 - 09:46 WITA

Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:36 WITA

Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia)

Berita Terbaru

Ekonomi

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Senin, 15 Jun 2026 - 13:49 WITA

Nusa Bunga

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay

Sabtu, 13 Jun 2026 - 23:58 WITA