Program MBG Belum Memberikan Dampak Siginifikan Bagi Petani di Daerah - FloresPos Net

Program MBG Belum Memberikan Dampak Siginifikan Bagi Petani di Daerah

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Seorang petani hortikultura di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakui adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo tidak banyak memberikan dampak kepada petani.

Dirinya mengeluhkan banyaknya pengelola dapur Sentra Pelayanan dan Pemenuhi Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka masih membeli semangka dari luar Kabupaten Sikka meskipun harga jual dari petani di Sikka masih dibawah harga standar.

“Masih banyak pengelola dapur MBG yang membeli semangka dari Sulawesi dan Pulau Jawa padahal persediaan semangka di Kabupaten Sikka mencukupi,” sebut Yance Maring, petani milenial irigasi tetes saat ditemui di kebunnya, Sabtu (1/8/2026).

Yance mengatakan, pihaknya menjual semangka aneka jenis dengan harga Rp10 ribu per kilogramnya sementara harga beli dari dapur MBG berkisar antara Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kilogramnya.

Ia mengakui dari harga jual maka seharusnya pengelola dapur MBG membeli langsung semangka dari tangan petani karena harga jualnya masih dibawah harga patokan di dapur MBG.

Baca Juga :  Tubu, Tempat Sakral dan Pusat Ritual Adat Suku Palue Sikka

“Kalau mereka tidak beli langsung dari petani dan membeli di Pasar Alok pun harganya masih di bawah standar karena harga jual per kilogramnya masih dibawah Rp15 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Yance mengakui dirinya memiliki lahan semangka seluas 2 hektar lebih yang ditanami berbagai jenis semangka dan stoknya selalu tersedia karena setiap minggu melakukan pemanenan.

Dirinya berharap agar pemerintah bisa meminta pengelola dapur MBG untuk membeli semangka di petani hortikultura yang ada di Kabupaten Sikka dibandingkan dengan membeli dari luar Provinsi NTT.

“Kalau mereka membeli di petani yang ada di Kabupaten Sikka maka tentu saja uangnya akan berputar di daerah ini. Kecuali kalau stok semangka di petani disini tidak ada,” ucapnya.

Yance mengaku selalu menyuplai semangka untuk kebutuhan beberapa dapur MBG baik di Kabupaten Sikka maupun di Kabupaten Flores Timur dan stoknya pun masih tersisa banyak.

Baca Juga :  Tingginya Mobilitas Jelang Nataru, Publik Manggarai Diingatkan Lagi Soal Covid

Ia mengatakan para petani hortikultura awalnya sangat senang sebab dengan adanya MBG tentunya akan memberikan tambahan pendapatan bagi petani hortikultura namun kenyataannya belum ada dampak signifikan bagi petani.

“Harusnya pengelola dapur MBG membeli langsung produk hortikultura dari petani-petani di daerahnya supaya bisa memberikan peningkatan pendapatan bagi petani dan para pekerjanya,” tuturnya.

Yance juga mengaku banyak petani hortikultura di Kabupaten Sikka siap menyuplai kebutuhan dapur MBG yang ada di wilayah ini apabila ada permintaan pasokan secara rutin.

Ia menegaskan, kebutuhan sayur-sayuran, tomat, lombok dan semangka mencukupi dan tersedia kecuali buah-buahan seperti jeruk, apel dan lainnya yang tidak ditanam di Kabupaten Sikka.

“Kami siap menyuplai kebutuhan dapur MBG apabila diperlukan. Bahkan kami siap memasok secara rutin bila ada kerjasama antara pengelola SPPG dan para petani,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan
Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim 1603 Sikka Pimpin Ziarah Kenang Jasa Para Pahlawan
Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta
Berita ini 175 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:42 WITA

Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan

Senin, 28 September 2026 - 13:39 WITA

Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim 1603 Sikka Pimpin Ziarah Kenang Jasa Para Pahlawan

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30 WITA

Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan

Berita Terbaru

Opini

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 Sep 2026 - 16:27 WITA

Opini

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Senin, 28 Sep 2026 - 11:36 WITA